Berita Semarang

Warga Mijen Dapat Pelatihan Urban Farming

Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Urban Farming untuk Warga Kelurahan Kedungpane

Editor: rival al manaf
Dokumen Tribun Jateng
Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Urban Farming untuk Warga Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Program Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Urban Farming diberikan PT PII untuk warga Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen.

Pemberdayaan ini akan dilaksanakan hingga September 2021 mendatang.

Program ini merupakan wujud kepedulian PT PII terhadap warga yang berada dilingkungan sekitar konstruksi IPA (Instalasi Pengolahan Air Minum) yang merupakan bagian dari proyek SPAM (Sistem Penyaluran Air Minum) Semarang Barat. 

Direktur Utama PT PII, M. Wahid Sutopo mengatakan bahwa hakikat bisnis Perusahaan tentu tidak terlepas dari dukungan masyarakat.

Baca juga: Warga Tionghoa Berikan Beras Ratusan Ton Disalurkan ke Polda Jateng: Semua Demi Kemanusiaan

Baca juga: Program Kartu Jateng Sejahtera Tetap Bergulir Di Tengah Pandemi

Baca juga: Ratusan CPNS Pemkot Semarang Gugur Tak Penuhi Syarat Layangkan Sanggahan, Berharap Dapat Ikut Tes

Baca juga: Sejarah Istilah Pandu Dicetuskan H Agus Salim di Banjarnegara, Sebelum Pramuka Lahir

Untuk itu, PT PII, melalui kegiatan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan berkomitmen untuk senantiasa memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Program Urban Farming ini sebelumnya pernah dilaksanakan oleh PT PII untuk warga RW 02 Kelurahan Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan pada bulan Oktober – Desember 2020. Saat ini kami memperluas cakupan program bagi warga disekitar project SPAM Semarang Barat, dan kali ini kami melaksanakan program Urban farming bagi warga RW 04 Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen."

Baca juga: Sejarah Istilah Pandu Dicetuskan H Agus Salim di Banjarnegara, Sebelum Pramuka Lahir

Baca juga: Link Live Streaming Alaves vs Real Madrid Live beIN Sport Via Vidio.com Pukul 03.00 WIB

Baca juga: Karimunjawa Sepi Wisatawan, Pekerja Sektor Wisata Alih Profesi

"Semoga dengan program ini warga mendapatkan manfaat, baik untuk masing-masing KK maupun untuk lingkungan tempat tinggal warga melalui konsep ruang terbuka “hijau” untuk menyeimbangkan kualitas hidup warga dilingkungan sekitar proyek Sistem Penyaluran Air Minum (SPAM) Semarang Barat.” terangnya dalam keterangan tertulis.

M. Wahid Sutopo menambahkan, “Rangkaian program ini diawali dengan sosialisasi program yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu, lalu kegiatan pelatihan bagi warga untuk memperkaya wawasan mulai dari pengenalan Urban Farming, pembibitan, pindah tanam, pemupukan, perawatan tanaman, pembuatan rumah kaca, demplot dan juga pengenalan tanaman estetik. Dan nantinya warga akan mendapatkan pendampingan dari Tiga Langkah, yang merupakan mitra yang ditunjuk oleh PT PII sebagai pelaksana program.” ujarnya. 

“Program ini sudah dilakukan sejak akhir Juni 2021 namun mengalami penundaan selama diterapkannya PPKM. Warga sangat senang dan antusias dengan program ini dan selalu menanyakan kapan program akan dimulai. Sesuai instruksi pemerintah maka kami melakukan penundaan untuk keamanan warga dalam upaya memutus rantai Covid19.” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved