Breaking News:

PLN Distribusi Jateng & DIY

Meyongsong Net Zero Emission, PLN Dalami Peluang Pemanfaatan Karbon melalui CCUS

Secara umum, CCUS dapat mereduksi karbon sebesar 90 persen dari pembangkit berbahan bakar fosil. Sementara 10 persen sisanya harus kita penuhi

Editor: abduh imanulhaq
PLN UID JATENG-DIY
PT PLN (Persero) berkomitmen mendukung pencapaian target nol emisi karbon pada tahun 2060. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - PT PLN (Persero) berkomitmen mendukung pencapaian target nol emisi karbon pada tahun 2060.

Di samping Energi Baru dan Terbarukan (EBT), pemanfaatan teknologi baru di sektor kelistrikan akan dioptimalkan untuk menggapai target Net Zero Emission tersebut.

Direktur Perencanaan Korporat PLN Evy Haryadi menyampaikan, dari sejumlah alternatif teknologi yang saat ini terus dipelajari oleh PLN, pemanfaatan teknologi penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon (carbon capture, utilization, and storage/CCUS) bisa menjadi alternatif inovasi yang berpeluang untuk dikembangkan.

CCUS dinilai sebagai teknologi alternatif yang dari segi dampak lingkungan dan jaminan ketersediaan suplainya relatif aman.

Potensi pemanfaatan CCUS bisa berjalan beriringan dengan pengembangan sumber EBT.

"Secara umum, CCUS dapat mereduksi karbon sebesar 90 persen dari pembangkit berbahan bakar fosil. Sementara 10 persen sisanya harus kita penuhi dengan menggunakan teknologi EBT lain demi mencapai target Net Zero Emission 2060," kata Haryadi dalam "Role of CCUS in Low Carbon Development in ASEAN" yang digelar secara daring, Jumat (13/8/2021).

Dari sisi investasi, penerapan teknologi CCUS memang masih perlu dikaji lebih mendalam.

Namun, investasi yang dibutuhkan diperkirakan masih memungkinkan untuk diterapkan pada pembangkit PLN yang masih layak beroperasi.

"Karena PLN ingin menghadirkan listrik yang dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia, pembangkit dengan CCUS masih kita pelajari. Seiring dengan semakin murahnya teknologi, maka opsi teknologi ini bisa menjadi pilihan," ujar Haryadi.

Dalam kesempatan yang sama, CCUS Expert dari International Energy Agency, Adam Baylin-Stern, optimistis teknologi ini akan memainkan peran penting dalam mendukung transisi energi bersih di Asia Tenggara.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved