Berita Internasional

Taliban Bebaskan Ribuan Tahanan Afghanistan, Termasuk Para Pejuang ISIS dan Al Qaeda

Para narapidana dibebaskan dari penjara di pinggiran Kabul saat Taliban menyerukan "transisi damai" kekuasaan.

Kompas.com/Istimewa
Rekaman yang diterbitkan oleh kantor berita independen Afghanistan, yang mendukung Taliban, tampaknya menunjukkan gerilyawan membiarkan para tahanan keluar.(RICHARDENGEL via TWITTER) 

TRIBUNJATENG.COM, KABUL - Para narapidana dibebaskan dari penjara di pinggiran Kabul saat Taliban menyerukan "transisi damai" kekuasaan.

Di antara ribuan narapidana tersebut, ada mantan pejuang ISIS dan Al Qaeda.

Pasukan pemerintah Afghanistan menyerahkan pangkalan udara Bagram kepada Taliban pada Minggu pagi (15/8/2021).

Baca juga: Taliban Duduki Istana Kepresidenan, Tak Menyangka Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Kabur

Pangkalan tersebut menampung penjara Pul-e-Charki, yang memiliki sekitar 5.000 tahanan.

Lokasi itu adalah penjara terbesar di Afghanistan, dan terkenal karena kondisinya yang buruk.

“Sebuah sel dengan keamanan maksimum menahan anggota al Qaeda dan Taliban,” menurut sebuah laporan melansir Insider.

Seorang pejuang Taliban memegang granat berpeluncur roket (RPG) di Herat, kota terbesar ketiga di Afghanistan Jumat (13/8/2021), setelah pasukan pemerintah ditarik keluar sehari sebelumnya setelah berminggu-minggu dikepung. (AFP)
Seorang pejuang Taliban memegang granat berpeluncur roket (RPG) di Herat, kota terbesar ketiga di Afghanistan Jumat (13/8/2021), setelah pasukan pemerintah ditarik keluar sehari sebelumnya setelah berminggu-minggu dikepung. (AFP) (Tribunnews.com/Istimewa)

Rekaman yang diterbitkan oleh kantor berita independen Afghanistan, yang mendukung Taliban, tampaknya menunjukkan gerilyawan membiarkan para tahanan keluar.

Penduduk setempat mengatakan mereka juga mendengar suara tembakan dari fasilitas itu, menurut laporan BBC.

Taliban tiba di pinggiran Kabul pada Minggu (15/8/2021), beberapa hari setelah merebut kota-kota besar lainnya di negara itu.

Penjabat Menteri Dalam Negeri Afghanistan Abdul Sattar Mirzakwal mengatakan negara itu sekarang akan memiliki "pengalihan kekuasaan secara damai" ke pemerintah transisi yang dipimpin oleh Taliban.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dan Wakil Presiden Amrullah Saleh keduanya telah meninggalkan negara itu.

Pada akhir Juli, PBB memperingatkan bahwa ancaman dari kelompok teror seperti ISIS dan Al Qaeda meluas di Afghanistan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Video Taliban Bebaskan Ribuan Tahanan ISIS dan Al Qaeda dari Penjara Kabul"

Baca juga: Beredar Video Milisi Taliban Santai di Rumah Mewah Panglima Perang Afghanistan yang Melarikan Diri

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved