Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Chelsea

Thomas Tuchel: Kalau Lukaku Datang, Masalah Chelsea Terselesaikan

Thomas Tuchel, Pelatih Chelsea, menyebut masalah The Blues akan selesai jika Lukaku ikut bermain

Tayang:
TWITTER.COM/FRANKKHALIDUK
Thomas Tuchel: Kalau Lukaku Datang, Masalah Chelsea Terselesaikan 

Thomas Tuchel: Kalau Lukaku Datang, Masalah Chelsea Terselesaikan

TRIBUNJATENG.COM - Romelu Lukaku menjadi rekrutan anyar Chelsea musim ini.

Chelsea bukan klub asing bagi Lukaku.

Sebelum membela Inter Milan di Serie A, pemain Belgia ini pernah merumput bersama The Blues tahun 2011 silam.

Sehingga ini merupakan kali kedua Lukaku menjadi penghuni Stamford Bridge.

Baca juga: Jadwal Liga 1 Segera Dirilis,  Yakin Nggak Mundur Lagi?

Baca juga: Jadwal Bola Liga Inggris Pekan Ini, Derby London Arsenal Vs Chelsea dan Soton Vs Manchester United

Baca juga: Hasil Lengkap, Klasemen, Top Skor La Liga Spanyol, Real Madrid, Atletico dan Barcelona Kompak Menang

Baca juga: Hasil Lengkap, Klasemen dan Top Skor Liga Inggris, Bruno Mengamuk Manchester United Menang Besar

Dulu sewaktu membela Chelsea, Lukaku tampil kurang optimal sehingga lebih sering dipinjamkan daripada bermain untuk The Blues.

Lukaku sempat dipinjamkan ke West Brom dan Everton.

Setelah dilepas Chelsea, Lukaku sempat berseragam Everton, Manchester United dan Inter Milan.

Namun setelah menjelma menjadi pemain gacor dan membawa Inter Milan meraih scudetto, jasa Lukaku kembali dipakai Chelsea.

Bahkan, Thomas Tuchel, pelatih Chelsea, menyebut permasalahan timnya akan selesai jika Lukaku datang.

Tuchel menyebut, Chelsea akan semakin buas di lini depan andai Lukaku ikut bermain.

Padahal di laga pembuka Liga Inggris, Chelsea berhasil memenangkan laga pertamanya di Liga Inggris 2021-2022 dengan skor meyakinkan, 3-0.

Dalam pertandingan melawan Crystal Palace di Stadion Stamford Bridge, Sabtu (14/8/2021) itu Chelsea menang berkat gol yang dicetak Marcos Alonso (27'), Christian Pulisic, dan Trevoh Chalobah (58').

Kemenangan itu mengantarkan angka penuh untuk Chelsea dan membuat mereka tetap bersaing dengan tim-tim seperti Liverpool dan Manchester United yang juga meraih kemenangan bermargin besar.

Kendati demikian, pelatih Chelsea, Thomas Tuchel, merasa tim besutannya masih punya sebuah masalah yang belum terpecahkan.

Pelatih asal Jerman itu merasa tingkat efisiensi Chelsea dalam mengonversi peluang masih rendang.

Thomas Tuchel melihat dalam laga kontra Crystal Palace tim besutannya masih kesulitan ketika harus mengonversi peluang yang telah tercipta.

Dari situ, Tuchel pun merasa timnya masih belum bisa dibilang sebagai salah satu kandidat pemenang Liga Inggris 2021-2022.

"Ini masih terlalu dini," kata Tuchel seperti dikutip dari Evening Standard.

"Namun kami menyadari, sebut saja masalah, atau situasi yang kami alami sekarang."

"Kami masih kesulitan mengonversi semua peluang yang kami ciptakan," tambahnya.

Lebih lanjut Tuchel merasa Chelsea bisa saja mencetak gol lebih banyak dalam laga kontra Crystal Palace andai lebih pandai dalam mengonversi peluang.

Maka dari itu Tuchel merekrut dan memasukkan Romelu Lukaku ke dalam skuadnya.

Menurut Tuchel, Romelu Lukaku bisa membantunya mengatasi masalah yang telah dijelaskan olehnya tadi.

"Mereka seharusnya cukup untuk mencetak lebih banyak," ujar Tuchel

"Jadi kami mencoba membantu dengan memasukkan Lukaku ke dalam skuad," ucap pelatih 47 tahun itu menambahkan.

Alasan Lukaku Pergi dari Inter Milan

Diberitakan sebelumnya, agen Romelu Lukaku, Federico Pastorello, mengungkapkan fakta sebenarnya di balik kepindahan kliennya ke Chelsea.

Tidak ada lagi nama Romelu Lukaku dalam skuad Inter Milan untuk menghadapi Liga Italia 2021-2022.

Inter Milan memutuskan melego Romelu Lukaku ke klub lama sang striker, Chelsea, pada bursa transfer musim panas 2021.

I Nerazzurri mencapai kesepakatan transfer dengan Chelsea untuk Lukaku dengan mahar senilai 115 juta euro (sekitar Rp 1,93 triliun).

Banyak pihak menyayangkan keputusan Inter yang melepas aset berharganya pada jendela transfer musim panas tahun ini.

Lukaku adalah salah satu pemain kunci Inter dalam skuad racikan Antonio Conte ketika memenangi gelar Liga Italia musim 2020-2021.

Big Rom, julukan Lukaku, menjadi mesin gol utama Inter berkat torehan 24 golnya di Serie A.

Kepergian dari striker timnas Belgia tersebut tidak bisa diterima oleh para pendukung I Nerazzurri.

Mural bergambar Lukaku di luar Stadion Giuseppe Meazza menjadi sasaran kemarahan para pendukung Inter.

Ancaman dan hinaan turut menyertai Lukaku dalam kepulangannya ke Inggris.

Terkait hal itu, agen Lukaku, Federico Pastorello, segera memutuskan untuk merilis pernyataan terkait kepindahan kliennya.

Federico Pastorello membeberkan sejumlah fakta di balik kepindahan Lukaku ke Chelsea.

"Narasi soal transfer Lukaku yang direkayasa dan dipaksa hanya untuk kepentingan finansial klub, membuat semua orang benar-benar tersesat," kata Pastorello, dikutip dari Football Italia.

"Lukaku tidak pernah secara terbuka mengungkapkan kegelisahan atau ketidakpuasan tentang bermain di Inter Milan, situasi kontraknya atau peristiwa di klub,."

"Minat Chelsea benar-benar telah menyentuh hati Lukaku sejak pertama karena klub itu paham benar bahwa dia sosok yang unik dan istimewa."

"Dalam beberapa hari terakhir saya telah melihat video dari tahun 2009, di mana pemain berusia 16 tahun mengunjungi Stadion Stamford Bridge dan bersumpah bahwa suatu hari dia akan bermain di lapangan itu."

"Saya menyarankan semua orang untuk menontonnya dengan hati-hati, sungguh mengesankan betapa jelas seorang anak laki-laki berusia 16 tahun sudah menggambar masa depannya."

"Dia ingin mengenakan jersi itu, dia berhasil ketika dia baru berusia 18 tahun, tetapi sayangnya dia pergi sebelum dia bisa membuat kesan dan memenangi sesuatu yang penting bagi Chelsea."

"Tantangan itu ibarat serangga yang mengganjal di hati dan pikirannya selama bertahun-tahun."

"Ketika kesempatan untuk mencoba lagi muncul setelah bermain dua musim untuk Inter, dia hampir tidak percaya."

"Hal itu adalah kesempatan untuk menjadi memenuhi ambisinya dan menjadi profesional, dia memutuskan sudah waktunya untuk menerima tantangan itu lagi."

"Percaya atau tidak, kasih sayang para pendukung dan ikatan khusus dengan kota Milan membuatnya memikirkannya untuk waktu yang lama."

"Namun, begitu dia membuat keputusan, dia melanjutkan dengan keyakinan dan mantap akan pilihannya," ujar Pastorello menambahkan.

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved