Breaking News:

Berita Sragen

Upacara Peringatan HUT ke-76 RI di Sragen Digelar di Tingkat Kecamatan

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati pastikan tidak ada upacara peringatan HUT Ke-76 RI esok hari di tingkat Kabupaten Sragen.

Penulis: M Syofri Kurniawan | Editor: galih permadi
TribunJateng.com/Hermawan Handaka
Topik penjual bendera merah putih asal Desa Ciburial, Kecamatan leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat sedang menata puluhan bendera yang di display di Jalan Ahmad Yani Semarang depan Hotel Simpang Lima, Senin (3/8/20). Desa Ciburial, Kecamatan Teleles, Kabupaten Garut, Jawa Barat adalah salah satu desa pembuat bendera merah putih terbesar di Indonesia. Untuk penjualan mereka distribusikan dari Aceh sampai Papua. Menurut Topik tradisi ini sudah di wariskan dari para orang tua mereka. Setiap menjelang tanggal 17 Agustus desa mereka sepi akan kaum laki-laki karena mayoritas mereka keluar daerah untuk berjualan bendera. Mereka baru akan kembali ke kampung mulai tanggal 16-10 Agustus. Pernak Pernik Kemerdekaan seperti bendera dijual dari 5 ribu sampai 50 ribu rupiah (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati pastikan tidak ada upacara peringatan HUT Ke-76 RI esok hari di tingkat Kabupaten Sragen.

Bupati juga tidak memperbolehkan perlombaan perayaan di desa-desa.

Yang ada hanyalah upacara di tingkat Kecamatan yang diikuti dengan jumlah peserta yang terbatas. Sementara di tingkat Kabupaten hanya upacara virtual oleh presiden.

"17 Agustus kita tidak memperbolehkan ada perlombaan perayaan di desa dan sebagainya. Upacara 17 Agustus itu hanya dilakukan di kecamatan dan itu terbatas."

"Kemudian kami di pemerintah, kami mengikuti upacara dengan Pak Presiden jadi dengan cara virtual. Itu hanya sekitar 20 orang, Forkopimda dan teman-teman OPD," terang Yuni kepada Tribunjateng.com.

Serangkaian kegiatan juga akan dilakukan mulai dari mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI di DPRD Sragen.

Yuni menegaskan di tingkat Kabupaten juga tidak ada perayaan seperti tahun lalu. Serangkaian kegiatan lainnya ialah renungan suci malam yang dilakukan malam ini.

Renungan suci itu dilakukan di Taman Makam Pahlawan dilanjutkan tabur bunga dan doa untuk negeri secara daring.

Guna mengantisipasi perayaan di tingkat desa, Yuni mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Camat sejak Senin pekan lalu dengan adanya Inbup.

"Sudah ada Inbup yang jelas jika tidak ada perayaan, kemudian saat koordinasi dengan camat sudah saya sampaikan tidak ada perayaan," katanya.

Bupati mewanti-wanti agar masyarakat tidak melakukan perayaan di tingkat desa-desa, hal ini tentu mencegah kerumunan dan penularan Covid-19.

"Yang paling penting semoga Indonesia cepat pulih, perekonomian kembali normal dan masyarakat sejahtera," tandasnya. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved