Breaking News:

Berita Pati

Upaya Dokter Merangkap Kades Pelemgede Pati Jaga Warga Tetap Sehat, Siagakan Klinik Praktek

Sebagai seorang dokter sekaligus kepala desa, Hadi Mustamar (40), merasa punya tanggung jawab lebih untuk menjaga warga.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Sebagai seorang dokter sekaligus kepala desa, Hadi Mustamar (40), merasa punya tanggung jawab lebih untuk menjaga agar warga Desa Pelemgede, Kecamatan Pucakwangi, terhindar dari penularan Covid-19.

Karena itu, sejak awal pandemi, dia berusaha memaksimalkan kerja sama antara berbagai unsur, di antaranya bidan desa, Poliklinik Kesehatan Desa (PKD), Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas), dan tokoh agama.

Usahanya boleh dibilang membuahkan hasil baik. Angka kasus Covid-19 di Desa Pelemgede terbilang cukup minim. Tahun 2021 ini, hanya tiga orang warga setempat yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab.

“Itu pun mereka hanya isolasi mandiri (isoman), dan semua sudah sembuh. Kalau yang meninggal (akibat Covid-19) tahun ini ada dua. Tahun lalu satu orang. Ketiganya meninggal di rumah sakit. Mereka juga punya riwayat sakit (komorbid) dan berusia lanjut,” kata Hadi ketika diwawancarai Tribunjateng.com, Senin (16/8/2021).

Di klinik tempat praktiknya yang berada di sebelah utara SMPN 1 Pucakwangi, Hadi juga menyediakan ruang-ruang isolasi khusus berkapasitas 20 pasien.

“Namun alhamdulillah ruang isolasi di klinik saya belum terpakai. Karena warga yang bergejala bisa sehat dengan isolasi mandiri,” tutur suami dari Nur Ida Ariani ini.

Hadi mengakui, pada masa pandemi ini, jumlah warga yang datang berobat padanya meningkat tiga kali lipat dibanding sebelumnya. Mereka datang dengan kesadaran sendiri karena merasa bergejala.

Rata-rata mereka datang dengan keluhan demam, batuk, dan pilek. Biasanya langkah penanganan awal yang dia berikan ialah memberikan parasetamol, antibiotik, vitamin, dan menyarankan pasiennya untuk berjemur, 

“Kalau gejala sudah mengarah agak berat, saya sarankan isoman di rumah. Alhamdulillah di tempat kami tidak ada warga yang sampai harus dijemput paksa untuk isolasi. Begitu merasa punya gejala yang mengarah ke covid, mereka secara sadar berobat dan patuh untuk karantina mandiri,” kata ayah dari Nayra Sabrina Mustamar dan Almahyra Mecca Mustamar ini.

Hadi mengatakan, sebagai dokter sekaligus kepala desa, dia memang ingin agar warganya tidak sampai harus dibawa ke rumah sakit akibat terjangkit Covid-19 dengan kondisi cukup parah. Pihaknya berupaya langsung melakukan langkah penanganan sejak dini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved