Breaking News:

Berita Sragen

17 Anak Yatim-piatu Akibat Covid-19 di Sragen Mendapat Beasiswa Pendidikan dari Polda

Sebanyak 17 anak yatim-piatu akibat Pandemi Covid-19 di Kabupaten Sragen memperoleh tabungan pendidikan lewat program "Aku Sedulurmu" Polda Jateng.

Istimewa/Polres Sragen
Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi ketika memberikan buku tabungan kepada anak-anak yatim-piatu dalam program Aku Sedulurmu 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Sebanyak 17 anak yatim-piatu akibat Pandemi Covid-19 di Kabupaten Sragen memperoleh tabungan pendidikan lewat program "Aku Sedulurmu" Polda Jateng.

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi mengatakan program ini telah diluncurkan oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi, Senin (16/8/2021) siang.

Ardi menyampaikan program ini merupakan pembiayaan pendidikan anak-anak yatim-piatu yang ditinggal orangtuanya akibat Covid-19.

Baca juga: Kunci Jawaban Kelas 3 SD Tema 2 Halaman 30 dan 32

Baca juga: Puan Maharani Baca Teks Proklamasi: Kakek Saya Saat Itu Membacakan, Kemudian Cucu Perempuannya

Baca juga: Sinopsis 3 Srikandi Bioskop Trans TV Pukul 19.30 WIB Atlet Panahan Raih Medali Olimpiade

Baca juga: Ketika Pedagang Pasar Ngalno Karanganyar Gelar Upacara Sederhana Pringati HUT ke-76 RI

"Pembiayaan ini mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA. Ini program yang sangat positif, antusias sekali diikuti oleh masyarakat. Kami meyakini program ini akan berlanjut, karena bapak Kapolda menyampaikan bahwa anak yatim merupakan tanggungjawab kita untuk membantu," terang Ardi kepada wartawan.

Beasiswa ini diberikan selama satu tahun penuh. Nantinya anak-anak akan diberikan buku tabungan berikut ATM untuk menunjang pendidikan anak.

Ardi mengatakan saat ini pendidikan sekolah  sudah gratis termasuk buku paket. Sehingga tabung ini bisa digunakan untuk kegiatan penunjang lainnya.

"Jadi kan sekolah sendiri sudah gratis, buku paket juga gratis. Tapi kan mereka butuh membeli alat tulis, les tambahan, seragam, sepatu dan sebagiannya," lanjut Ardi.

Adapun beasiswa ini senilai Rp 5 juta kepada siswa jenjang SD, Rp 6 juta kepada siswa jenjang SMP dan Rp 7,2 juta kepada siswa jenjang SMA.

Ke-17 anak yatim-piatu itu dikatakan Ardi merupakan data dari Dinas Sosial Sragen. Sebagian lagi dicari sendiri oleh aparat polisi di masing-masing Polsek.

"17 itu data dari Dinas Sosial dan kita cari sendiri, jadi ada yang belum terdata dinsos dan saya perintahkan Kapolsek untuk mencari yang yatim-piatu," kata Ardi.

Baca juga: Malam Ini RANS Cilegon FC Berangkat ke Turki, Uji Coba Lawan Fenerbahce dan Bawa Misi Lain

Baca juga: Daftar 68 Anggota Paskibraka 2021 & Bentuk Formasi Tim Indonesia Tangguh

Baca juga: Menkes: Pelaksanaan Vaksinasi 5 Bulan ke Depan Akan Jauh Lebih Berat

Dalam penemuan ini, Ardi mengatakan ada anak yang sampai dirawat oleh tetangganya di daerah Kecamatan Masaran.

Adapula yang tinggal dengan kakaknya yang menjadi buruh bangunan, hingga tinggal bersama sang nenek yang sudah berusia lanjut dan tidak memiliki pekerjaan.

Kendati demikian, Ardi mengatakan masih ada beberapa anak yatim-piatu yang masih ada keluarga yang merawat.

"Saya secara pribadi dan jajaran sudah berkomitmen, mereka (anak yatim-piatu) akan kami angkat menjadi anak asuh Polres Sragen," tandasnya. (uti)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved