Breaking News:

Berita Banjarnegara

Kisah Dokter Purbalingga Ngeprank Belanda Demi Bantu Pejuang Indonesia Terluka di Banjarnegara

Di masa itu, untuk mendapatkan obat, atau mendapatkan pelayanan dokter, mungkin hanya kalangan tertentu.  Pejuang yang nyata-nyata memberontak

Penulis: khoirul muzaki | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
monumen trek bom, jejak perjuangan pejuang Indonesia melawan Belanda di Desa Danaraja, Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Generasi yang tinggal menikmati kemerdekaan saat ini bisa hidup enak.

Masyarakat bisa leluasa dan mudah mencari kebutuhan sehari-hari. 

Jika sakit, warga bisa mengakses fasilitas kesehatan atau dokter praktik yang buka setiap hari.

Apotek pun siap melayani pembelian obat selama 24 jam. 

Kondisi ini berbanding terbalik ketika bangsa ini belum mendapatkan kemerdekaan.

Sektor-sektor penting, termasuk akses kesehatan dikuasai kolonial.  

Di masa itu, untuk mendapatkan obat, atau mendapatkan pelayanan dokter, mungkin hanya kalangan tertentu. 

Pejuang yang nyata-nyata memberontak pemerintah Hindia Belanda sulit mendapatkan fasilitas itu. 

Susahnya mendapatkan obat atau layanan dokter di masa penjajahan ini diungkapkan oleh Aryoto, adik ipar pahlawan asal Kabupaten Purbalingga, Letnan Kusni. 

Ia mengisahkan sulitnya saudaranya itu untuk mendapatkan perawatan medis saat terluka akibat perang. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved