Breaking News:

Berita Kendal

Relawan Pemakaman Pasien Covid Kendal Dapat Kejutan Kado

Lembaga Amil Zakat Nasional Dompet Dhuafa Jawa Tengah memberikan kado untuk pejuang Covid-19.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Saiful Masum
Relawan pemulasaran dan pemakaman jenazah Covid-19 RSUD Kendal mendapat kado dari Dompet Dhuafa Jateng, Selasa (17/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Lembaga Amil Zakat Nasional Dompet Dhuafa Jawa Tengah memberikan kado untuk pejuang Covid-19 yang tidak menerima dana insentif tenaga kesehatan. Kali ini, Dompet Dhuafa memberikan 50 paket lengkap berisi kebutuhan makanan hingga vitamin kepada relawan pemakanan dan pemulasaran jenazah Covid-19 di Kabupaten Kendal dan Kota Semarang.

Koordinator bagian distribusi Dompet Dhuafa, Arif Fajar Hidayat mengatakan, khusus di Kabupaten Kendal, 20 paket disalurkan kepada relawan pemulasaran, pemakaman, dan sopir ambulan Covid-19.

Sepuluh di antaranya diberikan langsung kepada para relawan Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soewondo Kendal. Isinya, beberapa kilogram telur, mie instan, jamu, juz, susu, vitamin, beras, dan juga daging kemasan senilai Rp 400 ribu per paketnya.

Pemberian paket bantuan dipusatkan di RSUD Kendal karena jumlah pasien Covid-19 yang meninggal di RSUD mencapai puncaknya 120 orang pada Juli lalu. Pihaknya berharap, bantuan ini dapat meringankan beban para relawan Covid-19 yang tidak menerima dana insentif seperti yang diterima para tenaga kesehatan Covid-19 lainnya. 

"Kita salurkan kado untuk pejuang Covid-19 khusus relawan yang tidak mendapatkan bantuan dana insentif. Bulan Juli lalu yang meninggal di RSUD sangat banyak, mereka ada yang sampai tidak pulang. Karena statusnya tidak nakes, kita ringankan bebannya untuk keluarga," terangnya, Selasa (17/8/2021).

Selain itu, Dompet Dhuafa juga menyalurkan bantuan 4 tabung oksigen ke RS Baitul Hikmah, serta bantuan 2,5 ton beras dan 1.000 daging kemasan untuk masyarakat kurang mampu di Kendal.

Relawan Covid-19 di Kamar Jenazah RSUD Kendal, Lutfi Ari Hidayat mengatakan, selama ini pihaknya hanya menerima bantuan vitamin dan APD sepanjang menjadi relawan pemakaman dan pemulasaran jenazah Covid-19.

Bersama 9 relawan lainnya, Lutfi mengaku belum pernah mendapatkan bantuan sembako atau uang. Sementara ia harus bekerja terus menjadi garda terdepan dalam hal mengurusi jenazah terpapar Covid-19.

"Puncaknya kemarin pada Juli, total sampai 120 jenazah. Seharinya bisa 10-12 jenazah," ujarnya.

Untuk menjalankan tugasnya, relawan Covid-19 RSUD Kendal dibagi dalam 3 shift setiap harinya. Setiap shift dijaga oleh 2 relawan secara bergantian. Ia berharap pemerintah setempat bisa memberikan dorongan semangat kapada semua relawan Covid-19 supaya membantu meningkatkan imunitas tubuh masing-masing. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved