Breaking News:

Berita Sragen

55 PNS Sragen Penyintas Corona Jalani Penapisan Donor Plasma Konvalesen

Sebanyak 55 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Sragen jalani penapisan untuk donor plasma konvalesen di aula oproom kompleks Setda Sragen

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: galih permadi

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Sebanyak 55 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Sragen jalani penapisan untuk donor plasma konvalesen di aula oproom kompleks Setda Sragen, Rabu (18/8/2021).

Jumlah ini kurang dari setengah jumlah PNS penyintas Covid-19 yang telah mendaftarkan diri yakni sebanyak 160 PNS.

105 PNS yang sisanya tidak bisa donor plasma karena tidak memenuhi syarat.

"Kita ada 160 PNS yang mendaftarkan diri untuk donor plasma konvalesen, namun hanya ada 55 PNS yang bisa melakukan penapisan hari ini karena ada kriteria tertentu," kata Sekda Sragen, Tatag Prabawanto.

Sekda mengatakan saat ini pihaknya melakukan penapisan yang nanti sampel darah akan dicek laboratorium. Sampel darah ini digunakan agar mengetahui apakah calon pendonor memiliki riwayat penyakit dan pemenuhan syarat lainnya.

Jika hasil sampel darah aman, calon pendonor akan dibawa ke PMI Solo untuk dilakukan donor plasma konvalesen. Hal ini mengingat PMI Sragen belum memiliki alat untuk melakukan pengambilan plasma konvalesen.

Pada kesempatan itu, Sekda yang juga sebagai penyintas juga melakukan penapisan. Namun tertunda karena dirinya baru saja melakukan vaksinasi Covid-19.

Sementara itu pendataan para ASN ini dilakukan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sragen.

Kepala BKPSDM Sragen, Sutrisna mengatakan data ASN penyintas Covid-19 ada sekitar 189. Namun tidak semua memenuhi syarat, Sutrisna mengatakan perempuan yang sudah melahirkan tidak bisa melakukan donor plasma konvalesen.

Agar tidak terjadi kerumunan pada penapisan ini, pihaknya membagi menjadi tiga kloter. Pertama bagi para masyarakat umum sebanyak 15 orang pada pukul 09.00 WIB.

ASN tenaga medis (Nakes) sebanyak 23 orang pada pukul 09.30 dan ASN non nakes sebanyak 32 orang pada pukul 10.00 WIB.

"Untuk ASN kami bagi menjadi dua sesi untuk nakes dan teman-teman Nakes. Karena yang non nakes kan juga punya tugas di lapangan sehingga kami atur sedemikian rupa agar tidak menganggu tugas-tugas di lapangan," kata Sutrisna.

Agar data terus berkelanjutan, Sutrisna meminta laporan secara periodik setiap minggu ke masing-masing OPD. Baik itu penyintas ataupun mereka yang sanggup untuk donor plasma konvalasen. (uti)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved