Breaking News:

Berita Slawi

Kadinkes Kabupaten Tegal Tanggapi Soal Kekosongan Stok Vaksin Bayi

Beredarnya info tentang kekosongan stok vaksin bayi di Kabupaten Tegal, direspon langsung  Kepala Dinkes.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: sujarwo
Dok. Humas Pemkab Tegal
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Hendadi Setiaji, saat mengisi acara podcast Humas Pemkab Tegal beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Beredarnya informasi tentang kekosongan stok vaksin bayi di Kabupaten Tegal, direspon langsung  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Hendadi Setiaji. 

Ia membenarkan fakta tersebut, dimana stok vaksin bayi yang kosong yakni vaksin hepatitis B (HB0) dan vaksin bacillus calmette-guerin (BCG) untuk mencegah tuberkulosis atau TBC. 

Sementara ketersediaan vaksin polio, vaksin measles and rubella (MR), dan vaksin pentavalen yang terdiri dari vaksin DPT, Hepatitis B dan HiB masih tersedia cukup banyak.

Kelangkaan sejumlah vaksin untuk bayi ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Tegal, melainkan di beberapa daerah lain juga mengalami kekosongan seperti Jepara, Wonogiri, Palembang, dan daerah lainnya.

Menurutnya, kekosongan tersebut terjadi karena stok vaksin dari pusat juga belum tersedia, sehingga distribusinya ke daerah ikut terganggu.

Hendadi mengungkapkan, jumlah stok vaksin bayi yang masih tersedia hingga Jumat (13/8/2021) antara lain polio 3.640 dosis, MR 860 dosis, dan pentavalen 345 dosis. 

“Mudah-mudahan kelangkaan vaksin bayi ini segera teratasi dan kita sudah sampaikan persoalan ini ke pusat, tinggal menunggu kebijakan pusat seperti apa, karena vaksin bayi ini tidak dijual secara bebas,” kata Hendadi, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Rabu (18/8/2021). 

Hendadi menyampaikan kelangkaan vaksin HB0 dan BCG sudah terjadi sejak akhir Maret 2021 lalu. 

Ia juga mengakui bahwa sudah banyak daftar tunggu bayi yang harus disuntik vaksin di bidan-bidan maupun Puskesmas di Kabupaten Tegal. Kedua vaksin itu diberikan kepada bayi ketika baru lahir.

Kendati demikian, lanjut Hendadi, pemberian vaksin HB0 dan BCG ini dapat dilakukan sampai batas usia bayi 12 bulan. 

“Jika memang saat bayi lahir tidak ada stok vaksin tersebut sehingga tidak bisa diberikan vaksin, maka pemberiannya boleh mundur. Dan ketika vaksin ini datang, bayi yang sudah masuk daftar tunggu bisa segera divaksin,” jelas Hendadi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved