Breaking News:

Berita Sragen

Perpanjangan PPKM Level 4 di Sragen, Tempat Pariwisata Boleh Buka, Tempat Ibadah Kapasitas 50 Persen

Kabupaten Sragen kembali masuk ke PPKM Level 4, meskipun demikian sejumlah kelonggaran telah diberikan seperti kapasitas masjid naik menjadi 50 persen

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Kabupaten Sragen kembali masuk ke PPKM Level 4, meskipun demikian sejumlah kelonggaran telah diberikan seperti kapasitas masjid naik menjadi 50 persen.

Selain itu, berolahraga di luar rumah juga telah diperbolehkan dengan jumlah kelompok maksimal empat orang. Sektor pariwisata juga akan diujicobakan untuk kembali dibuka.

"PPKM Level 4 semua serba terbatas hanya beberapa sektor kelonggaran, ada seperti sekarang ke masjid atau ke tempat peribadatan sudah boleh 50%. Kemudian berolahraga di luar rumah sudah diperbolehkan dengan kelompok maksimal 1 kelompok 4 orang," terang Yuni.

Bupati melanjutkan sektor pariwisata boleh dilaksanakan uji coba, atau semacam latihan seperti yang dilakukan di Kendal. Terkait penerapan prokes seperti apa, pembatasan kapasitas dan lainnya.

Kendati sudah ada lampu hijau untuk melakukan uji coba, Yuni mengaku belum bisa memutuskan sektor pariwisata di Sragen akan dibuka atau belum. Dirinya akan melihat kondisi selama satu pekan kedepan.

"Seperti Museum Sangiran, kolam renang di Bayanan. Tapi saya belum memutuskan, kami lihat dulu satu pekan ini kedepannya keadaan seperti apa," lanjut Yuni.

Sinkronisasi Data

Yuni menerangkan saat ini, masalah sinkronisasi data masih menjadi perhatian. Pasalnya Yuni menyampaikan dari arahan Menko Marves, Luhut Panjaitan masih ada masalah data yang tidak sinkron antara data di pemerintah pusat dengan di daerah.

"Kami di Sragen data dari Kemenkes masih sangat tinggi positivity rate nya lebih dari 18 dan kasus aktif lebih dari seribu. Padahal satu pekan ini kita positivity rate turun sampai 17, angka aktif juga tidak ada seribu hanya 600-700," terang Yuni.

Yuni mengatakan artinya ada gap yang cukup signifikan terkait data Covid-19 antara pusat dan daerah. Dalam rapat virtual dengan Gubernur, memutuskan menggunakan single data di Kominfo.

"Mestinya masing-masing kementerian tidak perlu ada data lagi. Saya heran kenapa kita engga turun levelnya," kata Yuni.

Pihaknya kemudian melakukan pengecekan pada aplikasi Kemenkes, ternyata gap data yang muncul masih bisa ditoleransi karena hanya nol koma sekian. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved