Breaking News:

Berita Sragen

20 Ribu KK Miskin di Sragen yang Tidak Masuk Data Akan Dapat Bantuan Sembako Akhir Bulan Ini

Warga miskin yang tidak masuk di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Sragen akan memperoleh jaring pengaman sosial dari Pemkab Sragen.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Tim relawan ketika menata beras untuk jaring pengaman sosial bagi warga terdampak Pandemi Covid-19 di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, Kamis (19/8/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Warga miskin yang tidak masuk di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Sragen akan memperoleh jaring pengaman sosial dari Pemkab Sragen.

Jaring pengaman sosial ini berupa sembako beras, minyak goreng dan lainnya. Bantuan ini rencananya akan disalurkan pada akhir bulan Agustus ini.

Rencana tersebut disampaikan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati usai memberikan jaring pengaman sosial kepada warga terdampak Pandemi Covid-19 di Rumah Dinasnya hari ini.

Baca juga: Hoaks Pesan Berantai di WA Sinta Nuriyah Meninggal Dunia, Alissa Wahid Beberkan Kondisi Ibunda

Baca juga: Setelah Bertugas, 20 Anggota Paskibra Gunungkidul Terkonfirmasi Positif Covid-19

Baca juga: Mulai Besok Swab Antigen Gratis bagi Warga Banyumas, Begini Caranya Mendaftarnya 

Yuni melanjutkan total KK miskin yang tidak masuk DTKS ini kurang lebih 20.000 masyarakat Sragen.

"Sebentar lagi, akhir bulan Insya Allah kita akan memberikan juga paket sembako untuk KK miskin kita yang tidak masuk data di DTKS. Mungkin ada 20.000 totalnya," terang Yuni, Kamis (19/8/2021).

Penyaluran di Tingkat Kecamatan

Pembagian sembako ini, rencananya akan diserahkan ke masing-masing kecamatan sehingga bisa terpecah menjadi bagian yang lebih kecil.

Penyaluran tentu akan menerapkan protokol kesehatan. Sehingga pembagian sembako menggunakan sistem yang sama saat ini, yakni drive thru.

"Nanti cara penyalurannya sama, yaitu drive thru. Tapi kita berikan ke Kecamatan agar bisa terpecah menjadi skup yang lebih kecil kecil," lanjut Yuni.

Sementara untuk dana yang digunakan untuk belanja sembako, Yuni mengaku akan mengambil dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Kabupaten Sragen.

Setelah pembagian sembako bagi masyarakat yang tidak masuk di data DTKS ini, Yuni mengaku semua warga sudah mendapatkan bantuan.

Baca juga: Motif Peternak Bebek Rebut Senjata dan Tembak Mati Polisi, Tetangga Ketakutan karena Ancamannya

Baca juga: Mulai Besok Swab Antigen Gratis bagi Warga Banyumas, Begini Caranya Mendaftarnya

"Setelah ini berarti seluruh warga Sragen yang masuk dalam DTKS, PKH, BST semua sudah mendapatkan bansos. Yang tidak terdata juga mendapatkan bansos dan yang terdampak juga sudah."

"Semua sudah disentuh, kalau ada kekurangan satu dua mungkin nanti bisa diinformasikan, diberikan penjelasan lagi," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved