Breaking News:

Ganjar Pranowo

Harga PCR Turun! Ganjar Pranowo: Kabar Baik yang Ditunggu Masyarakat

Presiden Joko Widodo meminta harga tes PCR turun menjadi Rp 400 ribu-Rp 500 ribu.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: Daniel Ari Purnomo
Dokumentasi Humas Pemprov Jateng
Gubernur Ganjar Pranowo. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Presiden Joko Widodo meminta harga tes PCR turun menjadi Rp 400 ribu-Rp 500 ribu.

Selain itu, Jokowi meminta hasil PCR bisa diketahui lebih cepat yakni 1x24 jam.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, penurunan harga PCR itu yang selama ini ditunggu masyarakat. Sebab, selama ini masyarakat cukup terbebani dengan mahalnya biaya tes PCR.

"Saya kira ini yang ditunggu masyarakat, karena PCR itu kan jadi syarat orang bepergian. Maka kalau terlalu mahal, masyarakat jadi sulit semuanya," kata Ganjar, dalam rilisnya, Kamis (19/8/2021).

Maka ketika Presiden menetapkan harga dan kemudian diminta untuk turun, menurut Ganjar, itu adalah berita baik. Dengan turunnya harga PCR, tentu membuat masyarakat senang. Karena harga itu jauh lebih murah, sampai dengan 50 persen.

"Saya kira ini berita baik,untuk masyarakat mendapatkan layanan yang mudah dan murah," tambahnya.

Meski begitu, Ganjar mengatakan, terpikir dan berharap pemerintah pusat menghitung ulang berapa sebenarnya biaya yang mesti dikeluarkan untuk setiap melakukan tes. Artinya komponen di dalamnya, berapa harga reagen, VTM dan berapa untuk tenaga dan prosesnya.

"Jangan-jangan, ada harga yang jauh lebih baik dan bagus, sehingga bisa lebih murah," terangnya.

Ganjar mengatakan, pihaknya sudah bertanya kira-kira berapa harga pengetesan untuk satu orang. Untuk beli reagen misalnya, satu orang membutuhkan biaya sekitar Rp 200 ribu.

"Ditambah VTM dan lain-lain, ya sekitar itulah, sekitar Rp 350 ribu. Maka sebenarnya hitung-hitungan kami, kalau ada orang dagang itu sudah bagus, tapi jangan banyak cari untungnya. Maka apa yang menjadi ketetapan Presiden itu sudah sangat bagus," imbuhnya.

Disinggung apakah dengan turunnya harga PCR akan meningkatkan testing dan tracing dari pemerintah, Ganjar membantah. Menurutnya, testing dan tracing itu tanggungjawab pemerintah, sehingga tidak perlu lagi bicara harga.

"Selain itu, testing sebenarnya tidak harus menggunakan PCR. Bisa juga menggunakan antigen. Dengan tes antigen kalau dia reaktif bisa diteruskan ke sana, kalau negatif itu sebenarnya cukup. Dan ini bisa juga dipakai sebagai alat untuk memperbanyak testing lagi," pungkasnya. (Nal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved