Breaking News:

Harga Minyak Dunia

Kamis (19/8) : Hari Ini Harga Minyak Turun hampir 7% dalam 5 Hari Terakhir

Harga minyak masih melanjutkan penurunan di hari keenam berturut-turut hingga pagi ini. Investor masih khawatir akan prospek permintaan bahan bakar

THINSTOCK/KOMPAS.COM
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Harga minyak masih melanjutkan penurunan di hari keenam berturut-turut hingga pagi ini. Investor masih khawatir akan prospek permintaan bahan bakar karena kasus Covid-19 yang melonjak di seluruh dunia.

Kamis (19/8) pukul 7.20 WIB, harga minyak WTI kontrak September 2021 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 64,55 per barel, turun 1,39% dari penutupan perdagangan kemarin. Dalam enam hari, harga minyak WTI mengakumulasi penurunan 6,79%.

Sedangkan harga minyak brent kontrak Oktober 2021 di ICE Futures hari ini turun 1,14% ke US$ 67,45 per barel. Dalam enam hari, harga minyak brent mengakumulasi pelemahan 5,58%.

Harga minyak acuan berada di bawah tekanan selama beberapa minggu terakhir karena meningkatnya infeksi yang disebabkan oleh varian Delta dari virus corona di seluruh dunia. Beberapa negara telah memberlakukan kembali pembatasan perjalanan. Lalu lintas udara telah berkurang  dalam beberapa pekan terakhir.

Risalah pertemuan kebijakan Federal Reserve 27-28 Juli menunjukkan para pejabat mencatat penyebaran varian Delta untuk sementara dapat menunda pembukaan kembali ekonomi secara penuh dan menahan pasar kerja.

Persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) turun 3,2 juta barel pekan lalu menjadi 435,5 juta barel. Ini adalah angka stok terendah sejak Januari 2020, menurut data Departemen Energi AS.

Namun, stok bensin naik moderat. Produk bensin yang dipasok ke pasar hanya 1% di bawah level 2019 sebelum pandemi.

Permintaan bahan bakar di AS terus meningkat sepanjang tahun dengan rata-rata empat minggu dari keseluruhan produk AS yang dipasok adalah 20,8 juta barel per hari, sejalan dengan tingkat pra-coronavirus dari 2019. Meskipun angka produksi mingguan fluktuatif, analis mencatat bahwa produksi minyak mentah AS terus meningkat stabil, mencapai 11,4 juta barel per hari minggu lalu.

Sementara OPEC+ sepakat untuk meningkatkan produksi sebesar 400.000 barel per hari setiap bulan selama beberapa bulan ke depan. OPEC+ secara perlahan mengembalikan sebagian pasokan yang sudah dikurangi sejak awal 2020.

International Energy Agency pekan lalu mengatakan bahwa permintaan minyak mentah diperkirakan akan meningkat pada tingkat yang lebih lambat selama sisa tahun 2021 karena melonjaknya kasus varian Delta. (*)

Baca juga: Dosen UI: Mereka yang Kabur dari Afghanistan Pendukung dan Buzzer Rezim yang Ketakutan

Baca juga: Update Corona Wonosobo Hari Ini Kamis 19 Agustus 2021: 14,118 Positif Covid, Jateng 454.194

Baca juga: Rizky Billar dan Lesti Kejora Menikah Hari Ini di Hotel Intercontinental Pondok Indah

Baca juga: Kapten Garuda Select Edgard Amping Direkrut Klub Eropa untuk Bermain di Liga Bosnia-Herzegovina

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved