Breaking News:

PPKM Level 4

Maskapai Lion Air Terpaksa Rumahkan 30% Karyawannya

Sejumlah maskapai ambil langkah penyesuaian dengan kondisi pandemi ini. Citilink mengurangi rute, sedangkan Lion Air merumahkan karyawannya. Citilink

Tribun Jateng/ Rival Almanaf
Lion Air 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Sejumlah maskapai ambil langkah penyesuaian dengan kondisi pandemi ini. Citilink mengurangi rute, sedangkan Lion Air merumahkan karyawannya. Citilink yang hari biasa melayani 12 penerbangan dari Semarang, kini hanya ke Jakarta, Banjarmasin, dan Pangkalanbun.

Sedangkan Lion Air Group merumahkan 25%-35% karyawan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya efisiensi, untuk mempertahankan bisnis yang berkesinambungan dan perusahaan yang tetap terjaga.

Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, selama mereka yang berstatus dirumahkan, Lion Air Group akan berusaha membantu memberikan dukungan biaya hidup sesuai kemampuan perusahaan.

"Selama dirumahkan akan diadakan pelatihan secara virtual sesuai dengan bagian masing-masing. Keputusan ini berlaku sampai pemberitahuan lebih lanjut. Mengenai merumahkan karyawan, adalah keputusan berat dalam kaitan penyesuaian sesuai permintaan pasar yang berdampak pada penurunan jumlah penumpang dan frekuensi terbang," ujar Danang.

Berbagai upaya terus dilakukan guna meyakinkan bahwa terbang itu aman, sehat, nyaman dan menyenangkan. Semua pelaksanaan operasional sesuai SOP keselamatan dan keamanan serta dijalankan pdeoman protokol kesehatan.

Selain itu, selalu evaluasi rute-rute yang dilayani, dan beberapa rute dibuka kembali secara bertahap. "Lion Air melakukan inovasi: bagasi 20kg, inflight entertainment, termasuk Batik Entertainment," imbuhnya.

Lion Air Group tetap beroperasi secara bertahap, rata-rata mengoperasikan 10-15 persen dari kapasitas normal sebelumnya (sebelum pandemi Covid-19) yakni rerata 1.400 penerbangan per hari).

Seorang pengemudi ojek di bandara, sebut saja Mukidi mengaku galau. Karena pendapatan harian tak bisa lagi diandalkan. "Saya tiga tahun ngojek di bandara. Baru kali ini pendapatan tidak bisa dihitung.

Ya sejak pandemi sampai sekarang ini. Padahal dahulu waktu awal ngojek masih lumayan," terangnya.

Sama halnya dengan Budiman, sopir taksi bandara. Dia katakan pendapatannya dalam sehari tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Padahal dia punya empat anak.

"Untung istri masih kerja di pabrik. Jadi saya masih merasa terbantu. Tapi kondisi seperti ini buat saya pontang-panting. Masak sehari pernah hanya dapat 10 ribu," ujarnya. (tim)

Baca juga: Hasil Liga Champions Tadi Malam: Benfica Vs PSV Eindhoven, Malmoe FF Vs Ludogorets Razgrad

Sinopsis Ikatan Cinta Kamis 19 Agustus Malam Ini Pukul 19.30 WIB Persidangan Elsa

Baca juga: Berbekal Drone Aparat TNI Berhasil Kuasai Markas KKB Pimpinan Goliat Tabuni

Baca juga: Nick Kuipers Optimistis Persib Bandung Akan Juarai Liga 1 2021

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved