Breaking News:

Berita Kudus

Pengunggah Video Ambulans Ugal-ugalan Minta Maaf, Me‎nyesal Karena Pernah Diantar 10 Kali Gratis ‎

Aduan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muhammadiyah terhadap pengunggah video 'Ambulans Ugal-ugalan' berakhir damai.

Penulis: raka f pujangga | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Kepolisian Resor (Polres) Kudus menggelar mediasi yang mempertemukan antara pelapor dan empat terlapor kasus video ambulans ugal-ugalan, di Mapolres Kudus, Kamis (19/8/2021) siang. 

Sehingga ambulans memacu kendaraannya cukup cepat dan menyalakan rotator agar cepat sampai ke tujuan.

"Memang cepat, tapi tidak sampai 90 km per jam. Mobil juga berjalan sesuai jalur marka juga‎," jelas dia.

Menurutnya, rotator bisa dinyalakan meski tidak membawa jenazah.

Namun pada saat itu ada kebutuhan mendesak agar bisa segera menjemput jenazah lain.

"Karena kami juga harus mengambil jenazah lain, karena dari keluarga juga memberikan tekanan untuk pemakaman segera," ujar dia.

Atas kejadian itu, pihaknya telah membawa kasus tersebut ke polsek setempat.

Kerusakan mobil ambulans paling parah ada di urutan ke dua karena dihimpit dari depan dan belakang.

"Yang tengah itu paling parah karena kaca depan dan belakangnya pecah. Jadi‎ sekarang di bengkel," jelas dia.

Selain itu, pihaknya juga membantah ada satu ambulans yang melarikan setelah kejadian tersebut.

Menurutnya, ambulans itu ‎segera meninggalkan tempat kejadian karena mengangkut satu sopir yang syok pasca kecelakaan.

Sopir itu membawa ambulans urutan yang paling depan sendiri, dan mengalami benturan cukup keras.

Baca juga: Tips Percintaan yang Harus Siap Dihadapi Setelah Kehilangan Kekasih

Baca juga: Not Angka Pianika Halo Halo Bandung Ibukota Periangan Lirik

"Usul dari dokter yang ikut rombongan kami juga, untuk sege‎ra ke rumah sakit. Bukan melarikan diri seperti yang diberitakan," ujar dia.

Dia meminta warga masyarakat tidak membagikan video tersebut sebelum melakukan kroscek terkait kebenarannya.

"Beberapa akun media sosial yang menyebar informasi itu sudah kami jelaskan kebenarannya. Jadi kami minta untuk tidak sembarangan berkomentar," kata dia.‎ (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved