Tribun Forum

Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Cukup Tinggi, Ganjar Pranowo: Jangan Gembira Dulu

Di tengah berlangsungnya pandemi Covid-19, perekonomian di Jawa Tengah maupun secara nasional mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: Daniel Ari Purnomo
tribunjateng.com
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyampaikan paparannya terkait ekonomi Jawa Tengah dalam Tribun Forum bersama Grab, Kamis (19/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di tengah berlangsungnya pandemi Covid-19, perekonomian di Jawa Tengah maupun secara nasional mengalami pertumbuhan yang signifikan. Dari data, pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah mencapai 5,66 persen sedangkan nasional 7,06 persen.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta agar angka pertumbuhan ekonomi saat ini tidak menjadi patokan. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi tersebut dipicu peningkatan belanja pemerintah.

Hal itu disampaikan Ganjar dalam Tribun Forum dengan Grab yang mengangkat tema "Bangkitkan Ekonomi di Tengah Pandemi" yang digelar Tribun Jateng secara virtual, Kamis (19/8/2021).

"Yang pertama, tentu saja data sainsnya mesti bener ya. Kalau kemudian kita angka nasionalnya 7 persen, angka 5,6 persen di Jawa Tengah, jangan gembira dulu. Karena apa yang terjadi itu sebenarnya belanja pemerintah untuk konsumsi, jadi belum produktif produktif amat sebenarnya. Jadi jangan tergesa-gesa dulu kemudian bertepuk tangan," katanya.

Karena itu, Ganjar memerintahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jawa Tengah, termasuk juga kabupaten dan kota di Jawa Tengah untuk peduli pada kodisi sektor masing-masing.

Kepedulian tersebut bisa ditunjukkan di luar sektor ekonomi. Ganjar meminta, semuanya menghitung berapa sebenarnya anak yatim piatu yang ditinggal meninggal orang tuanya.

"Siapa yang mau peduli ini? Kita minta didata, 7.000 sekian lah yang sudah memasukkan. Kurang 3-4 kabupaten yang belum memberikan datanya. Awarness ini penting untuk dimunculkan," ujarnya.

Di sektor pendidikan, Ganjar meminta Dinas Pendidikan untuk melakukan penelitian bagaimana kondisi anak sekolah saat ini. Apakah mereka baik-baik saja atau justru stres karena banyak tugas dari guru.

"Saya minta kepala dinas pendidikan saya, untuk meresearch. Jangan-jangan ini stres karena tugas dari guru banyak. Atau jangan-jangan yang stres orang tuanya juga gitu. Ini kita minta untuk menghitung," tambahnya.

Menurut Ganjar, perhitungan tersebut diperlukan agar bisa mengetahui kondisi sebenarnya yang ada di Jawa Tengah. Dengan begitu, maka pihaknya bisa mengerti apa yang harus dilakukan.

"Ketika kita bicara soal ekonomi, sama. Industri, perdagangan, pertanian, kelautan, perikanan, semuanya kita minta untuk dicek. Pelaku bisnis di tingkat itu seperti apa hari ini. Bahkan dinas koperasi dan UMKM kita minta untuk mendaftar, berapa sebenarnya UMKM kita yang hari ini thek sek, sudah tidak bisa apa-apa. Terus kemudian ada berapa yang bisa survive," lanjutnya.

Dikatakannya, tidak semua UMKM tumbang karena pandemi. Ia menemukan adanya UMKM yang mampu bertahan bahkan tumbuh hingga 100 persen. Setelah diteliti, diketahui UMKM tersebut mampu melihat peluang pasar dan memaintain dengan baik.

"Maka kalaulah hari ini, kondisi ekonomi yang tumbuh tapi serapan tenaga kerjanya kurang, maka hari ini yang mesti diciptakan adalah para enterpreneur baru," tegasnya.

Enterpreneur-enterpreneur baru itu, masih kata Ganjar, yang kemudian diharapkan bisa mandiri dan survive. Sehingga tidak akan tumbang dalam kondisi apapun.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved