Breaking News:

Berita Sragen

Angka Kasus Covid-19 di Sragen Terus Menurun, Bupati Yuni Enggan Tutup Isoter

Angka aktif harian Covid-19 di Kabupaten Sragen mengalami penurunan, dalam 2 hari kasus baru hanya 33.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/ Mahfira Putri Maulani
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Angka aktif harian Covid-19 di Kabupaten Sragen mengalami penurunan. Dalam dua hari terakhir kasus baru di Covid-19 hanya 33 kasus pada Rabu dan 22 kasus di hari Kamis kemarin.

Angka ini jauh turun dibandingkan beberapa waktu lalu yang bisa mencapai 300 kasus baru setiap harinya. Tempat Isolasi Terpusat (isoter) kini mulai lengang.

Kendati demikian, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati enggan menutup dua isoter milik Sragen. Yakni Gedung Technopark Ganesha Sukowati Sragen dan ex bangunan SDN Kragilan Gemolong.

Yuni mengaku akan melihat situasi dan kondisi untuk beberapa waktu. Pasalnya berkaca dari beberapa waktu lalu, kasus mengalami kenaikan tiba-tiba.

Hingga Kamis sore, jumlah warga Sragen yang terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 457 orang, 160 orang diantaranya asimtomatis dan 297 simptomatis.

"Kami sih tidak akan menutup dulu (isoter), karena seperti kemarin tiba-tiba langsung naik (kasus) luar biasa. Kita harus belanja bed, menyiapkan sarpras sekarang kita tidak tutup terlebih dahulu kita lihat situasi," kata Bupati.

Saat ini, Yuni mengaku warga yang menjalani isoter per kemarin sekitar 48 orang. Sebanyak 126 orang menjalani yang isolasi mandiri dimana 100 orang ialah klaster keluarga.

Sementara ada enam ibu hamil yang Isoman, lansia diatas usia 70 sebanyak 2 orang dan warga yang memerlukan Hemodialisa dua orang. Yuni mengaku mereka diperbolehkan melakukan isolasi mandiri dirumah.

"Itu sudah sesuai ketentuan, diharapkan semua diangkut ke technopark tapi tidak mungkin. Yang tahu situasi dan kondisi setiap daerah kan kita," katanya.

Penurunan kasus ini, juga membuat BOR di Sragen turun, yakni hanya 40 persen di ICU, tempat tidur isolasi sebesar 45 persen.

Data Delay

Meskipun telah mengalami penurunan kasus, Yuni mengaku data di Kemenkes belum sinkron dengan data di tingkat Kabupaten. Yuni mengatakan terdapat delay data di Kemenkes mencapai 800an kasus.

"Data delay ini bukan data yang disembunyikan, melainkan belum terupdate. Jadi pada saat tinggi-tingginya kemarin, update kita juga tidak bisa setiap hari masuk, terus kemudian yang di pemerintah pusat belum upgrade akhirnya delay," kata Yuni.

Agar mulai sinkron Yuni mengaku semua data terbaru Covid-19 akan masuk di data Corona Jawa Tengah yang dimulai hari ini akan di sinkronkan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved