Harga Emas

Dalam Sepekan Ini, Harga Emas Turun dan Bergerak Tipis

Hari Jumat (20/8) pukul 7.03 WIB ini, harga emas spot berada di US$ 1.778,85 per ons troi, turun dari US$ 1.780,38 per ons troi.

tribunjateng/dok
Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) di wilayah Semarang naik lagi pada Rabu (6/9/2017) ini. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Hari Jumat (20/8) pukul 7.03 WIB ini, harga emas spot berada di US$ 1.778,85 per ons troi, turun dari US$ 1.780,38 per ons troi.

Artinya harga emas melemah tipis 0,05% dari posisi pekan lalu.

Pekan ini harga emas bergerak di rentang sempit. Dalam sepekan, harga emas tercatat turun tipis 0,05%.

Jumat (20/8) pukul 7.03 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.778,85 per ons troi, turun dari US$ 1.780,38 per ons troi. Harga emas melemah tipis 0,05% dari posisi pekan lalu.

Harga emas kontrak Desember 2021 di Commodity Exchange pagi ini berada di US$ 1.781,20 per ons troi, turun 0,11% dari posisi penutupan perdagangan kemarin. Harga emas ini naik 0,17% dari posisi pekan lalu.

Harga emas turun karena penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan dolar menyebabkan harga emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Penurunan harga emas tertahan kekhawatiran bahwa meningkatnya kasus Covid-19 akan memperlambat pertumbuhan global.

Membebani emas, dolar AS naik ke level tertinggi sembilan bulan setelah risalah dari pertemuan Fed Juli menunjukkan sebagian pejabat bank sentral AS berharap mereka dapat mengurangi stimulus tahun ini, meskipun konsensus tentang masalah-masalah utama lainnya tampak sulit dipahami.

"Satu-satunya hal yang belum jelas adalah kapan (taper) ini mungkin terjadi. Meskipun demikian, tapering sekali lagi telah dihitung dalam harga emas sekarang," kata analis Commerzbank Daniel Briesemann kepada Reuters.

Data sebelumnya menunjukkan jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun ke level terendah 17 bulan pekan lalu.

Penurunan ini turut mendukung pandangan dari pejabat Fed tentang pemulihan pasar tenaga kerja. Fokus pasar sekarang pada pertemuan tahunan pada 26-28 Agustus dari para gubernur bank sentral di Jackson Hole, Wyoming.

Pembicaraan tapering dan kekhawatiran atas meningkatnya kasus varian Delta Covid-19 memukul sentimen risiko di pasar keuangan yang lebih luas. Hal ini mendorong investor menuju aset safe-haven sehingga harga emas masih memiliki support kuat.

"Emas tentu diuntungkan dari status safe haven-nya. Sementara pasar ekuitas turun tajam, permintaan emas kembali. Jelas kegelisahan Covid akan datang," kata analis OANDA Craig Erlam.

Erlam menambahkan bahwa harga emas masih mungkin bergerak kembali ke atas US$1.800. "Dalam jangka menengah, tekanan turun akan tetap ada pada emas, tetapi tidak akan menghentikan emas menuai keuntungan dari kegelisahan," pungkas dia. (*)

Baca juga: Kamis (19/8) Ini Daftar Harga Emas Antam dan Pegadaian Hari Ini

Baca juga: Harga Emas Antam di Semarang Hari ini Naik Rp 4.000, Ini Daftar Lengkapnya

Baca juga: Hari Ini, 18 Agustus 2021 Harga Emas Antam Naik Rp 4.000 ke Rp 946.000 per gram

Baca juga: Harga Emas Antam di Semarang Hari Ini Jumat 13 Agustus Stagnan, Ini Daftar Lengkapnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved