Breaking News:

Berita Semarang

Ini Biang Genangan Air Jalan Gajah Semarang, Ternyata Selokan Kecil

Setelah kita teliti, penyebab genangan itu disebabkan saluran air yang kecil tidak mencukupi debit air hujan.

Humas Pemkot Semarang
Petugas memperbaiki drainase Jalan Gajah Kota Semarang, belum lama ini. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rencana Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi untuk melakukan peningkatan infrastuktur di wilayah jalan Gajah Kota Semarang diupayakan tetap dapat berproses meskipun bertahap.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Pemerintah Kota Semarang pun memulainya dengan peningkatan pengendali banjir Kandang Kebo di Jalan Gajah Raya, Kecamatan Gayamsari.  

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Sih Rianung menuturkan pekerjaan peningkatan pengendali banjir Kandang Kebo tersebut merupakan salah satu upaya peningkatan wilayah jalan Gajah, khususnya untuk mengatasi permasalahan genangan air yang kerap terjadi.

“Masyarakat mengeluhkan terjadinya genangan air setiap hujan deras turun khususnya di Jalan Gajah. Setelah kita teliti, penyebab genangan itu disebabkan saluran air yang kecil tidak mencukupi debit air hujan," ungkap Rianung.

"Jadi saluran air kita perbaiki agar jalan air cukup besar dan lancar, sehingga air bisa cepat mengalir ke rumah pompa Kandang Kebo agar tidak ada lagi genangan,” lanjut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang tersebut.

Untuk itu dirinya  menekankan, sesuai arahan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihdi, Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang akan merampungkan pekerjaan drainase tersebut sebelum masuk musim penghujan. “Sebelum masuk musim penghujan kita perbaiki, harapannya saat nanti masuk musim penghujan Jalan Gajah sudah aman dari genangan,” tuturnya.

Lebih lanjut Rianung menerangkan, perbaikan drainase yang saat ini sedang dikerjakan mencakup dua titik yaitu jembatan Kali Sador dan crossing atau traffic light Jalan Gajah. Akibatnya sebagian ruas jalan Gajah ditutup. Adapun ruas jalan yang ditutup yaitu sepanjang 36 meter sebelum lalu lintas Gajah-Arteri Soekarno Hatta.

“Jalan harus ditutup demi keamanan pengguna jalan karena ada pekerjaan. Yaitu mulai tanggal 12 Agustus sampai 11 September 2021 untuk pekerjaan crossing dan pembetonan,” terangnya. 

Dalam perkembangannya, karena ruas jalan Gajah sangat padat dan banyaknya masukan dari masyarakat akhirnya Hendi memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang untuk bisa membuka sebagian jalan agar masih ada akses bagi pengguna jalan. Secara teknis Kepala Bidang SDA dan Drainase DPU Kota Semarang, Arief Dwi Harjono mengatakan pembukaan separuh jalan akan dilakukan segera setelah pekerjaan crossing selesai, yaitu sekitar Rabu atau Kamis, 25 atau 26 Agustus 2021.

“Kami diminta oleh pimpinan supaya penutupan jalan karena adanya pekerjaan peningkatan pengendali banjir ini jangan sebulan. Kalau untuk dipercepat pekerjaannya kan tidak bisa karena proses rigid pavement pembentonan memerlukan waktu 28 hari. Jadi antisipasinya adalah dengan menggarap pembetonan separuh jalan bergantian setelah crossing selesai. Rigid pavement pembetonan 28 hari akan dilakukan bergantian. Diperkirakan pada Rabu atau Kamis minggu depan bisa dibuka separuh,” terang Arief.

Sementara itu pekerjaan pelebaran Jalan Gajah masih menunggu tahap pembebasan lahan selesai “Begitu pembebasan jalan clear langsung kita eksekusi pelebaran jalan,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved