Breaking News:

Berita Jepara

Kasus Investasi Bodong di Jepara, Jumlah Korban Melapor ke Polisi Bertambah Jadi 8 Orang

Jumlah korban investasi bodong yang melapor ke Polres Jepara bertambah. Hingga saat ini total yang melapor ke polisi 8 orang.

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MUHAMMAD YUNAN SETIAWAN
Kasatreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi saat ditemui Tribun Jateng beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Jumlah korban investasi bodong yang melapor ke Polres Jepara bertambah.

Kasatreskirm Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi mengatakan, ada empat korban lagi yang melapor ke polisi.

"Hingga saat ini total yang melapor ke polisi 8 orang," kata Rozi kepada Tribunjateng.com, Jumat (20/8/2021).

Terkait penanganan kasus, Rozi menerangkan, penanganan akan digabungkan karena permasalahan yang dialami korban sama.

Baca juga: Ketua RT Ungkap Penemuan Mayat Ibu dan Anak Ditumpuk di Bagasi Mobil Alphard, Inilah Sosok Pelaku

Baca juga: FTP USM dan FTIK UPGRIS Semarang Jalin Kerjasama

Baca juga: UIN Walisongo Semarang Bentuk WHC dan LPH Untuk Fasilitasi Produk Halal

Baca juga: Jual Mobil Motor Baru dan Bekas Semarang Murah Berkualitas Jumat 20 Agustus 2021

Sampai saat ini, kata dia, kasus tersebut masih tahap penyelidikan. Untuk itu dia meminta masyarakat bersabar terkait proses hukum investasi bodong yang diduga dilakukan perempuan berinisial Y (20), warga Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah orang menjadi korban penipuan investasi bodong.

Modus investasi itu menawari korban investasi sejumlah uang.

Kasatreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi menuturkan model investasinya meminta korban misal menanamkan uang Rp 500 ribu, lalu waktu tertentu akan bertsmbah Rp700 ribu.

Sedangkan investasi Rp 1juta akan mendapatkan keuntungan Rp300 ribu. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved