Breaking News:

Universitas Ivet Semarang

Kuliah Daring, Prodi Pendidikan Matematika Universitas Ivet Semarang Hadirkan Dosen Tamu

Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Ivet Semarang kembali melaksanakan kuliah online dengan mengundang dosen tamu.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Dr Ari Septian dari Universitas Suryakancana Cianjur memaparkan materi dalam perkuliahan dosen tamu di Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Ivet secara daring 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Ivet Semarang kembali melaksanakan kuliah online dengan mengundang dosen tamu melalui media zoom pada Senin (9/8/2021).

Dalam kegiatan tersebut, Prodi Pendidikan Matematika menghadirkan narasumber dosen dari Universitas Suryakancana Cianjur Jawa Barat Dr Ari Septian yang mengusung tema representasi dan koneksi matematis dalam kalkulus integral.

Akhmad Nayazik MPd selaku Ketua Program Studi Pendidikan Matematika menyampaikan perkuliahan daring perlu dihiasi dengan adanya dosen atau praktisi dari luar.

"Hal ini dengan tujuan agar meningkatkan kemampuan kompetensi pengetahuan mahasiswa terhadap mata kuliah yang ada di program studi. Sebab dengan kita adakan perkuliahan seperti ini mahasiswa bisa tahu ilmu-ilmu baru yang mungkin belum ada di mata kuliah yang kami ajarkan," ujarnya.

Ketua Prodi berharap dengan didatangkannya dosen tamu, mahasiswa dapat mengenali dan menerapkan matematika dalam konteks di luar bidang ilmu lain

"Kami akan selalu mengadakan kuliah tamu di setiap semester dengan mengundang dosen-dosen dari kampus lain sebagai dosen tamu. Hal ini juga terkait dengan implementasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Kegiatan ini juga terbuka untuk umum mulai dari mahasiswa, dosen, dan bapak/ibu guru dari berbagai instansi," imbuhnya.

Dr Ari Septian selaku narasumber menjelaskan ada beberapa indikator kemampuan representasi Matematis.

"Yaitu merepresentasikan dari bentuk ekspresi matematis ke bentuk visual, dari bentuk persoalan sehari-hari ke bentuk visual, dari bentuk visual ke bentuk ekspresi matematis, dari bentuk persoalan sehari-hari ke bentuk ekspresi matematis, dari bentuk ekspresi matematis ke bentuk persoalan sehari-hari dan terakhir dari bentuk visual ke bentuk persoalan sehari-hari. Serta mengenai koneksi matematis dimana sebagai pengait ide-ide matematika dengan kehidupan sehari-hari," jelasnya.

“Biasanya mahasiswa masih kesulitan dalam merepresentasi dari bentuk visual ke bentuk ekspresi matematis atau dari bentuk visual ke bentuk persoalan sehari-hari,” jelas Dr Ari Septian. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved