Breaking News:

Berita Kudus

Universitas Muria Kudus Bagikan Sembako untuk Warga Isolasi di Kudus

Upaya lain yang juga telah dilakukan UMK yakni mengupayakan vaksinasi bagi segenap dosen dan tenaga kependidikan

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Rifqi Gozali
Penyerahan secara simbolis bantuan paket sembako untuk warga isolasi mandiri dari UMK di Dinas Kesehatan Kudus, Jumat (20/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Universitas Muria Kudus (UMK) membagikan 100 paket sembako kepada warga yang menjalani isolasi mandiri. Paket sembako sebagai bentuk kepedulian tersebut merupakan bagian dari upaya turut serta mempercepat penanganan pandemi Covid-19.

Paket sembako tersebut didistribusikan dengan menggandeng Dinas Kesehatan sebagai instansi pemegang data warga yang menjalani isolasi. Sementara untuk sampai ke masing-masing warga yang isolasi, Dinas Kesehatan menunjuk masing-masing Puskesmas dalam penyalurannya.

"Ini sumber dananya dari civitas academica. Kalau ada warga lain yang ikut (menyumbang) tidak apa-apa," ujar Kepala Unit Kesehatan, Keselamatan Kerja, Kebencanaan, dan Lingkungan Hidup UMK, Hendy Hendro, seusai penyerahan secara simbolis paket bantuan di Dinas Kesehatan Kudus, Jumat (20/8/2021).

Bantuan paket sembako itu masing-masing senilai Rp 167 ribu. Isinya di antaranya berupa beras, mie instan, mangkok, obat-obatan, dan vitamin.

Apa yang dilakukan UMK merupakan bagian dari upaya mempercepat penanganan Covid-19 di Kudus. Jika pandemi ini bisa ditanggulangi, maka kehidupan akan kembali normal. Begitu juga dengan dunia pendidikan akan kembali leluasa menggelar pembelajaran tatap muka.

"Sampai saat ini belum pembelajaran tatap muka. Menunggu kebijakan rektor. Rektor menunggu kebijakan pemerintah. Simulasi juga belum. Setiap saat Pak Rektor mengupdate kebijakannya," kata dia.

Upaya lain yang juga telah dilakukan UMK yakni mengupayakan vaksinasi bagi segenap dosen dan tenaga kependidikan.

Saat ini, kata Hendy, seluruh dosen berikut karyawan UMK seluruhnya telah divaksin. Sementara untuk mahasiswa, sebagian sudah divaksin. Sebagian lainnya belum.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Badai Ismoyo mengatakan, pihaknya sangat membutuhkan campur tangan dari instansi pendidikan dalam upaya pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19. Bahkan dia berharap, UMK bisa menjadi pionir perubahan perilaku di tengah pandemi yang masih belum berakhir.

"Yang perlu disosialisasikan itu bisa jadi duta perubahan perilaku untuk berperilaku dengan 3 M (mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menghindari kerumunan) perlu jadi sebuah gerakan bagi perguruan tinggi yang ada di Kudus," kata Badai.

Dia juga berharap agar pembelajaran tatap muka bisa segera berlangsung di seluruh instansi pendidikan berbagai jenjang. Untuk itu, vaksinasi selain menyasar masyarakat umum juga menyasar remaja yang statusnya pelajar. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved