Breaking News:

Berita Tegal

30 ODGJ di Dukuhwaru Tegal Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19

Dalam rangka membantu percepatan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tegal, Anggota Komisi lX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dewi Aryani, kembali mengadakan

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: m nur huda

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Dalam rangka membantu percepatan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tegal, Anggota Komisi lX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dewi Aryani, kembali mengadakan vaksinasi massal yang kali ini menyasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di wilayah Kecamatan Dukuhwaru, Sabtu (21/8/2021).

Kegiatan yang berlokasi di Balai Desa Blubuk, Jalan Gunung Slamet, nomor 8, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal ini, diikuti kurang lebih 30 ODGJ

Sebelumnya pihak keluarga diberi pemahaman mengenai pentingnya vaksinasi terutama bagi masyarakat berkebutuhan khusus secara mental.

Menurut DeAr sapaan Dewi Aryani, proses membujuk agar para ODGJ berkenan untuk divaksin tidak mudah. Butuh pendekatan dan kesabaran ekstra, sampai pada akhirnya yang bersangkutan berkenan divaksin.

Mengingat ODGJ juga masuk dalam kalangan yang rentan terpapar Covid-19, sehingga terkait vaksinasi mereka perlu mendapatkan prioritas.

"Hari ini ada sekitar 30 ODGJ yang bersedia untuk divaksin padahal sebelumnya hanya 6 orang saja yang berkenan, memang membutuhkan usaha yang lebih untuk bisa membujuk mereka. Selain itu vaksin yang digunakan adalah jenis Sinophram, bedanya dengan vaksin yang lain khusus Sinophram ini satu vial untuk satu orang saja kalau yang vaksin seperti sinovac satu vial untuk 9-10 orang," ungkap DeAr, pada Tribunjateng.com.

DeAr menyebut, perlu sinergitas antar semua pihak mulai keluarga, tenaga kesehatan setempat, hingga masyarakat luas dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya kalangan ODGJ divaksinasi segera. 

Sementara target pelaksanaan vaksinasi massal yang diinisiasi DeAr bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal dan Kementerian Kesehatan RI sampai akhir Agustus 2021 paling tidak kurang lebih 21.750 orang sudah tervaksin. 

Jumlah 21.750 orang tersebar hampir 160 desa dengan penjadwalan yang tersistem, rapi, dan tetap memprioritaskan protokol kesehatan ketat salah satunya dengan memberikan undangan dengan kloter waktu yang berbeda, sehingga tidak terjadi kerumuman selama pelaksanaan vaksinasi. 

“Kita harus prioritaskan ODGJ mendapatkan vaksin, karena orang dalam gangguan jiwa pada umumnya memiliki penyakit komorbit. Mereka juga mempunyai kesulitan atau keterbatasan untuk menyampaikan adanya keluhan atas apa yang dirasakan, sehingga hal ini memungkinkan untuk pemberian vaksinasi bagi ODGJ agar diprioritaskan," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved