Breaking News:

Berita Kudus

150 Hektare Lahan Tidur di Kudus Difungsikan Ditanami Padi

Lahan seluas 150 hektare di Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kudus yang semula lahan tidur kini difungsikan untuk lahan padi. Pemanfaatan lahan

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: m nur huda

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Lahan seluas 150 hektare di Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kudus yang semula lahan tidur kini difungsikan untuk lahan padi. Pemanfaatan lahan tidur itu memang belum maksimal, karena hanya bisa sekali tanam dalam setahun.

Bupati Kudus, HM Hartopo mengatakan, lahan tidur di Desa Bulungcangkring seluruhnya ada 466 hektare. Lahan tersebut selaku tergenang saat musim hujan. Dan kesulitan air saat musim kemarau.

"Memang kendalanya ini adalah lahan tadah air yang dulunya rawa. Artinya ketika musim penghujan ini di sini banyak air yang tidak bisa mengalir ke Sungai Jratun karena perlu bantuan pompanisasi air," ujar Hartopo saat mengikuti panen perdana di area lahan nonproduktif di Desa Bulungcangkring, Senin (23/8/2021).

Kebutuhan pompa air agar lahan tidur di Desa Bulungcangkring menjadi produktif adalah kesunyataan. Oleh sebab itu, Hartopo meminta kepada kelompok tani setempat supaya membuat proposal yang akan pihaknya ajukan untuk permohonan traktor dan pompa.

Setelahnya, perlu adanya normalisasi di Sungai Jratun. Sebab saat musim hujan agar air hang menggenangi lahan tidur bisa dialirkan ke sungai. Jika ada anggaran, kata Hartopo,akan dibuat embung di area tersebut.

"Selanjutnya ke depan kalau ada anggaran adanya embung di sini. Kalau tidak ada embung, ada sodetan ke (Sungai) Juana di sini. Walaupun masa tanam hanya sekali hasilnya bagus," kata Hartopo.

Hartopo berharap, lahan tidur di Kudus yang belum maksimal dimanfaatkan, agar kembali dimanfaatkan potensinya. Agar lahan-lahan yang semula tidak menghasilkan, bisa menjadi lahan produktif.(*)

--

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved