Berita Nasional

BIN Sebut Pantau Pergerakan Kelompok Radikal yang Berafiliasi dengan Taliban di Indonesia

"BIN terus memantau keberadaan dan pergerakan kelompok radikal, baik yang berafiliasi dengan Taliban maupun ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah)," kata

Editor: m nur huda
Tribunnews
Logo Badan Intelijen Negara (BIN) 

Dia bilang, organisasi terlarang ini justru kritis terhadap kemenangan Taliban menguasai Kabul.

"JAD terkesan kritis dengan kemenangan ini.

Karena bagi mereka Taliban masih mau bekerja sama dengan orang-orang kafir seperti Cina dan Rusia dan mereka dianggap lokal dari sisi perjuangan.

Beda dengan ISIS yang lebih mendunia-global ummah," jelasnya.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa Taliban bukan kelompok militan yang solid.

Pasalnya, ada beberapa faksi di dalam Taliban yang kini berkuasa.

"Taliban juga belum bisa menguasai seluruh wilayah Afghanistan.

Artinya beberapa jaringan liar teroris masih bisa berkeliaran dan di sinilah yang harus negara waspadai.

Dilepaskannya ribuan tahanan yang terkait jaringan teror yang perlu dilihat juga.

Ingat bahwa Al Baghdadi, pendiri ISIS, itu dulu juga mantan tahanan yang dibebaskan," ujar dia.

Atas dasar itu, Huda mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati terkait dengan gerakan JI di Indonesia.

Pasalnya, beberapa faksi Taliban diketahui memang memiliki hubungan dengan JI.

"Ya terjadinya hubungan antara komponen JI dengan Taliban yang faksi pro Al Qaeda.

Yang jelas yang berkuasa hari ini tidak pro Al Qaeda.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved