Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Ganjar Pranowo Ingatkan Penyelenggara Vaksinasi Agar Tak Lupa Mencatat Jadwal Vaksin Berikutnya

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan tiap penyelenggara vaksinasi agar tidak lepas tanggung jawab setelah penyuntikan vaksin pertama.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: moh anhar
Dokumentasi Humas Pemprov Jateng
Gubernur Ganjar Pranowo memberikan sambutan dan membuka acara Vaksinasi Massal Gratis lintas Agama yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto secara daring di Puri Gedeh, Semarang, Senin (23/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan tiap penyelenggara vaksinasi agar tidak lepas tanggung jawab setelah penyuntikan vaksin pertama.

Ia juga mengingatkan penyelenggara vaksinasi massal untuk tidak lupa mencatat jumlah vaksin yang disuntikkan agar data bisa terintergrasi dengan baik.

Hal itu disampaikan Ganjar saat memberikan sambutan secara virtual dalam acara Vaksinasi Massal Gratis Lintas Agama yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dan FKUB Banyumas, Senin (23/8/2021).

Baca juga: Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara yang Kutip Fee Bansos Dijatuhi Vonis Penjara 12 Tahun

Baca juga: Tiga Mantan Kepala Desa di Kudus Terjerat Kasus Penyelewengan Dana Desa

Baca juga: Pelajar di Semarang Bersiap-siap, Wali Kota Hendi Beri Sinyal Lampu Hijau untuk Masuk Sekolah

"Saya titip, tolong dicatat semua yang sudah divaksin. Siapkan nanti vaksin yang kedua, jangan sampai panitia ini bubar di sini, harus siap-siap lagi nanti yang kedua," kata Ganjar, dalam keterangannya.

Itu karena, disampaikan Ganjar, ada pengalaman penyelenggara vaksinasi hit and run.

Artinya, setelah menyelesaikan suntikan pertama, panitia penyelenggara bubar sehingga masyarakat kebingungan kapan dan di mana mendapatkan vaksin kedua.

"Sekarang pada nyari ke kami suntikan keduanya ke mana. Dulu ke sana tetapi sekarang sudah bubar (panitianya). Nah ini kita coba rearrangement. Kita kembali akan menyeleksi tempatnya di mana, vaksinnya apa, itu yang kami harus pilah-pilah lagi dan ternyata tidak cukup mudah. Mudah-mudahan nanti (FKUB dan UMP) bisa membantu itu," ucapnya.

Ganjar juga berpesan kepada FKUB Banyumas agar vaksinasi yang dilakukan itu memprioritaskan orang tua, lansia atau pralansia, dan usia 50 tahun ke atas.

Juga masyarakat dengan kelompok rentan atau memiliki komorbid dan ibu hamil.

Ia berharap FKUB bisa jemput bola dengan mencari kelompok-kelompok prioritas itu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved