Berita Internasional

Milisi Taliban Bergerak ke Lembah Panjshir, Tempat Terakhir Pertahanan Tentara Afghanistan

Ratusan militan Taliban disebut bergerak menuju Lembah Panjshir yang merupakan satu di antara wilayah yang belum dikendalikan kelompok tersebut.

Editor: m nur huda
USAF via WIKIMEDIA
Pemandangan di Lembah Panjshir, Afghanistan, yang diabadikan pada 21 Mei 2011 oleh angkatanbersenjata Amerika Serikat (AS). 

TRIBUNJATENG.COM, KABUL - Ratusan militan Taliban disebut bergerak menuju Lembah Panjshir yang merupakan satu di antara wilayah yang belum dikendalikan kelompok tersebut. 

Di Lembah Panjshir ini juga menjadi pertahanan terakhir para tentara Afghanistan dan gerilyawan pendukung pemerintah.

Sejak Taliban menyerbu Afghanistan, perlawanan mulai muncul dengan beberapa mantan pasukan pemerintah berkumpul di Panjshir, utara Kabul, yang telah lama dikenal sebagai benteng anti-Taliban.

Baca juga: Gerilyawan Afghanistan Tawarkan Negosiasi Ke Taliban, Jika Ditolak Ancam Perang Jangka Panjang  

Baca juga: BIN Sebut Pantau Pergerakan Kelompok Radikal yang Berafiliasi dengan Taliban di Indonesia

Baca juga: Pengamat: Kelompok Teroris di Indonesia Bersuka Cita Atas Kemenangan Taliban di Afghanistan

“Ratusan militan sedang menuju negara bagian Panjshir untuk mengendalikannya, setelah pejabat negara setempat menolak menyerahkannya secara damai,” tulis kelompok itu di akun Twitter berbahasa Arabnya pada Minggu (22/8/2021).

Sementara itu, Ahmad Massoud, yang pasukannya mengendalikan pertikaian besar anti-Taliban terakhir, mengatakan pada Minggu (22/8/2021) bahwa dia berharap ada pembicaraan secara damai dengan kelompok yang merebut kekuasaan di Kabul seminggu yang lalu, tetapi pasukannya siap untuk berperang.

“Kami ingin membuat Taliban menyadari bahwa satu-satunya jalan ke depan adalah melalui negosiasi,” katanya kepada kantor berita Reuters melalui telepon dari kubunya di Lembah Panjshir.

Lembah Panjshir menjadi tempatnya mengumpulkan pasukan yang terdiri dari sisa-sisa unit tentara reguler dan pasukan khusus, serta pejuang milisi lokal.

“Kami tidak ingin perang pecah," katanya melansir melansir Al Jazeera.

Massoud, putra Ahmad Shah Massoud, salah satu pemimpin utama perlawanan anti-Soviet Afghanistan pada 1980-an, mengatakan para pendukungnya siap berperang jika pasukan Taliban mencoba menyerang lembah itu.

Seorang milisi berdiri bersama anggota pasukan pemerintah Afghanistan pada 19 Agustus 2021. Wakil Presiden Amrullah Saleh dan pemimpin milisi lokal Ahmad Massoud dilaporkan membentuk kembali kelompok perlawanan terhadap Taliban di Lembah Panjshir.
Seorang milisi berdiri bersama anggota pasukan pemerintah Afghanistan pada 19 Agustus 2021. Wakil Presiden Amrullah Saleh dan pemimpin milisi lokal Ahmad Massoud dilaporkan membentuk kembali kelompok perlawanan terhadap Taliban di Lembah Panjshir. (AFP PHOTO/AHMAD SAHEL ARMAN)

“Mereka ingin membela, mereka ingin bertarung, mereka ingin melawan rezim totaliter mana pun.” Namun, ada beberapa ketidakpastian tentang apakah operasi oleh militan Taliban telah dimulai.

Seorang pejabat Taliban mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa serangan telah diluncurkan di Panjshir.

Namun seorang ajudan Massoud mengatakan tidak ada tanda-tanda bahwa pasukan itu benar-benar memasuki celah sempit ke lembah dan tidak ada laporan pertempuran.

Sebuah video pendek menunjukkan barisan truk yang ditangkap dengan bendera putih Taliban, tetapi masih mempertahankan tanda pemerintah mereka bergerak di sepanjang jalan raya.

Dalam satu-satunya pertempuran yang dikonfirmasi sejak jatuhnya Kabul pada 15 Agustus, pasukan anti-Taliban merebut kembali tiga distrik di provinsi utara Baghlan, yang berbatasan dengan Panjshir, pekan lalu.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved