Breaking News:

Berita Sragen

Pemkab Sragen Punya PR Cek 466 Data Delay Kematian Akibat Corona

Data kematian yang ditemukan merupakan warga dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) Sragen namun berdomisili di luar Sragen, begitupun sebaliknya.

Tribun Jateng/ Mahfira Putri Maulani
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ketika mengecek data delay usai rapat evaluasi bersama Gubernur Jateng, Senin (23/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Delay data antara Kabupaten Sragen dengan Kementerian Kesehatan baru akan sinkron awal September.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen diberikan waktu selama satu pekan untuk memperbaiki.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ditemui usai rapat evaluasi bersama Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan terdapat beberapa masalah.

Diantaranya, data kematian yang ditemukan merupakan warga dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) Sragen namun berdomisili di luar Sragen, begitupun sebaliknya.

"(Data delay) kita diberikan kesempatan untuk perbaikan. Kita diminta mengecek data kematian NIK Sragen yang tidak domisili di Sragen atau NIK luar, domisili di Sragen."

"Kita kedapatan data kematian tambahan hampir 466, harus dicek satu per satu," terang Bupati, Senin (23/8/2021).

Yuni melanjutkan tidak hanya data kematian yang tidak sesuai data kasus konfirmasi hingga kesembuhan juga mengalami delay.

Ia menerangkan kasus konfirmasi data delay sebanyak 428, kasus aktif berbeda 821, sembuh 1.175 dan kematian 466.

Yuni mengatakan, data valid ini sampai akhir Agustus harus sudah clear dan harus ada kesamaan.

Pihaknya akan melakukan input data selama tujuh hari untuk data delay ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved