Breaking News:

Berita Semarang

Vaksinasi Pelajar di Kota Semarang Baru 14,31 Persen, Dinkes: Harus Hati-Hati Jika Akan Gelar PTM

Capaian vaksinasi pelajar di Kota Semarang masih terbilang rendah. Hal ini bisa mempengaruhi keputusan pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
(Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
Pelajar SMAN 1 Semarang menerima suntikan vaksin COVID-19 dosis pertama dari tenaga kesehatan Pemerintah Kota Semarang, Rabu (14/7/2021). Selain pelajar SMA N 1 Semarang, vaksinasi juga dilaksanakan di SMP N 3 Semarang, SMP N 2 Semarang, SMP N 15 Semarang, dan SMP N 32 Semarang. Untuk pelaksanaan vaksinasi pelajar SMP semua di pusatkan di SMP N 3 Semarang. BIN Jawa Tengah memberikan bantuan 3000 vaksin untuk pelajar. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Capaian vaksinasi pelajar di Kota Semarang masih terbilang rendah.

Vaksinasi pelajar belum dapat dilakukan secara masif mengingat logistik vaksin masih diprioritaskan bagi warga yang telah melakukan suntikan dosis pertama (V1).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, vaksinasi remaja/pelajar berusia 12 - 17 tahun masih belum banyak.

Total sasaran vaksinasi pelajar sebanyak 156 ribu orang.

Dia mencatat capaian baru sekitar 22.137 sasaran atau 14,31 persen yang melakukan V1.

Adapun V2 baru menyentuh 9.976 sasaran atau 6,45 persen.

Baca juga: Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara yang Kutip Fee Bansos Dijatuhi Vonis Penjara 12 Tahun

Baca juga: Ganjar Pranowo Ingatkan Penyelenggara Vaksinasi Agar Tak Lupa Mencatat Jadwal Vaksin Berikutnya

Baca juga: Tiga Mantan Kepala Desa di Kudus Terjerat Kasus Penyelewengan Dana Desa

Baca juga: Video SMP di Jepara Mulai Gelar Pembelajaran Tatap Muka

"Vaksinasi pelajar kemarin ada porsi sendiri, kami dibantu BIN melakukan vaksinasi 12+. Vaksinasi pelajar memang belum banyak, masih jauh. Logistik vaksin masih untuk V2," jelas Hakam, Senin (23/8/2021).

Menurut Hakam, warga yang hendak melakukan V2 jumlahnya masih cukup banyak, sedangkan logistik vaksin masih terbatas.

Dia memprioritaskan V2 terlebihdahulu agar efektivitas vaksin bagi warga yang telah melakukan V1 bisa terbentuk secara baik. 

Jika stok vaksin mulai banyak, dia akan mempercepat vaksinasi bagi pelajar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved