Breaking News:

Berita Otomotif

Alasan Kenapa Pembiayaan Mobil Komersial Terkerek Aktivitas Pembangunan Proyek Infrastruktur?

Proyek infrastruktur yang kembali berjalan setelah sempat terhenti di awal pandemi covid-19 mengerek bisnis pembiayaan mobil komersial.

Editor: Catur waskito Edy
Istimewa
Illustrasi mobil mobil lama dalam kondisi yang masih bagus dan terawat. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Proyek infrastruktur yang kembali berjalan setelah sempat terhenti di awal pandemi covid-19 mengerek bisnis pembiayaan mobil komersial.

Beberapa perusahaan multifinance pun mengambil berkah dari segmen tersebut.

Sejatinya, pembiayaan mobil komersial berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih mengalami koreksi 13,24 persen year on year (yoy) menjadi Rp 40,09 triliun pada semester I/2021.

Hanya saja, segmen itu masih menjadi yang mendominasi pembiayaan di sektor produktif, dan sejak awal tahun berada di posisi yang tergolong stabil sekitar Rp 40 triliun.

Satu perusahaan multifinance yang turut mengalami pertumbuhan di segmen mobil komersial adalah Adira Finance. Hingga Juli 2021, pembiayaan baru segmen tersebut tercatat Rp 2,1 triliun, atau tumbuh sebesar 52 persen yoy.

“Pembiayaan ini berkontribusi sebesar 40 persen dari keseluruhan portofolio pembiayaan mobil, dan kontribusinya meningkat 4 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu,” ujar Direktur Utama Adira Finance, Hafid Hadeli, kepada Kontan, pekan lalu.

Menurut dia, pertumbuhan itu seiring dengan meningkatnya penjualan pada industri otomotif yang didukung membaiknya aktivitas ekonomi dan bisnis, serta kenaikan pada harga komoditas di separuh pertama tahun ini.

Asal tahu saja, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat pertumbuhan penjualan di semester I/2021 pada segmen pikap sebesar 80 persen menjadi 66.521 unit untuk wholesale, dan tumbuh 57 persen menjadi 63.385 unit untuk ritel.

Sedangkan segmen truk juga tumbuh 49 persen menjadi 29.283 unit untuk wholesale, dan tumbuh 31 persen menjadi 30.508 unit untuk ritel.

Melihat tren saat ini, Adira pun masih optimistis menargetkan total keseluruhan pembiayaan baru di tahun ini bisa tumbuh di kisaran 20-30 persen dari pencapaian tahun lalu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved