Breaking News:

Berita Sragen

BanggaSragen: Vaksinasi ODGJ di Sragen Dilakukan Door to Door

Vaksinasi untuk penyandang disabilitas dan ODGJ)di Kabupaten Sragen, mulai dilakukan secara door to door.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
Istimewa/Kominfo Sragen
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ketika menyuntikkan vaksin ke ODGJ door to door 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Vaksinasi untuk penyandang disabilitas dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Sragen, mulai dilakukan secara door to door atau dengan sistem jemput bola.

Hal ini dilakukan lantaran mereka memiliki keterba

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ketika menyuntikkan vaksin ke ODGJ door to door.
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ketika menyuntikkan vaksin ke ODGJ door to door. (Istimewa/Kominfo Sragen)

tasan dalam mobilitas. Vaksinasi dilakukan mulai Sabtu (21/8/2021) kemarin di Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan.

Selain itu dua desa di Kecamatan Sambirejo, yakni Desa Sambi dan Desa Dawung. Hari ini vaksinasi juga dilakukan di Desa Karangjati dan Desa Jetiskarapung, Kecamatan Kalijambe.

Antusiasme para difabel untuk vaksinasi begitu tinggi. Meski dengan keterbatasan, tak mengurangi semangat mereka untuk mendapatkan vaksin.

Bupati Sragen sekaligus sebagai vaksinator, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, untuk penyandang disabilitas yang belum melakukan vaksinasi maka akan dilakukan dengan cara door to door.

Sebab, menurutnya para penyandang disabilitas juga mendapatkan haknya untuk divaksinasi Covid-19 dalam rangka untuk menciptakan kekebalan kelompok (Herd Immunity).

"Ya, kami memutuskan jemput bola dengan vaksinasi door to door untuk ODGJ dan difabel. Ini belajar dari vaksinasi difabel beberapa waktu lalu di Sekretariat Daerah. Dari target 600 orang ternyata yang datang 150 orang. Oleh karenanya kami memutuskan untuk jemput bola," terangnya.

Meski tidak semua penyandang disabilitas memenuhi syarat bisa disuntik vaksin. Sebab di antara mereka ada yang tak lolos screening.

"Misalnya tekanan darahnya tinggi, kan tidak bisa divaksin," tuturnya.

Yang sekarang dilakukan Pemkab Sragen untuk mengejar target vaksinasi adalah dengan melakukan "jemput bola".

Mendatangi rumah warga, mengetuk pintu mereka, dan memberikan pelayanan vaksinasi Covid-19. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved