Breaking News:

Pendidikan

Kemendikbudristek: Puluhan Juta Lapangan Kerja Akan Hilang, Kampus Harus Berbenah

Adanya revolusi industri 4.0, ketersediaan lapangan pekerjaan akan terkena dampak. Disrupsi teknologi akan dirasakan pada tahun-tahun mendatang.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi Kemendikbudristek, Prof Nizam saat memberikan pidato secara virtual saat acara di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jateng. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Adanya revolusi industri 4.0, ketersediaan lapangan pekerjaan akan terkena dampak.

Disrupsi teknologi akan dirasakan pada tahun-tahun mendatang.

Bahkan, pandemi Covid-19 semakin mempercepat disrupsi.

Perkembangan teknologi dalam bentuk industri digital automasi dan robotisasi mengubah bentuk pekerjaan masa depan.

Namun, akibat digitalisasi, jutaan pekerjaan yang hilang akan digantikan dengan munculnya jutaan pekerjaan baru.

Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta dunia kampus atau perguruan tinggi sebagai pintu gerbang menuju dunia lapangan kerja, harus memperbaiki sistem pengajaran.

Hal itu dilakukan agar lulusan yang dihasilkan bisa fit atau sesuai dengan lapangan pekerjaan di masa mendatang.

"Puluhan juta lapangan kerja hilang tergantikan automasi, beragam sistem cerdas, berbagai macam inovasi yang terjadi sangat pesat sekali perubahannya. Sehingga, perguruan tinggi tidak bisa mengajar as business as usual (seperti biasa)," kata Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi Kemendikbudristek, Prof Nizam saat memberikan pidato pada acara di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jateng, Senin (23/8/2021).

Menurutnya, memberikan pengajaran dengan cara biasa yang dibutuhkan revolusi industri sebelumnya, belum tentu cocok dengan era revolusi industri keempat seperti sekarang ini dan beberapa tahun ke depan.

Untuk memastikan lulusan bisa fit dengan kebutuhan dunia kerja yang berubah pesat, kata dia, tidak ada pilihan lain kampus dengan kampus kehidupan harus kawin.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved