Breaking News:

Paralimpiade Tokyo

Para Peserta Paralimpiade Harus Ikuti Tes Harian Covid-19, Jepang Jagokan Atletik Kursi Roda

Di Paralimpiade Tokyo 2020, Jepang menjagokan cabang olahraga atletik kursi roda .

Editor: sujarwo
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Patung maskot Olimpiade (kiri) dan Paralimpiade (kanan warna pink) di tempat umum di Jepang. 

TRIBUNJATENG.COM - Di Paralimpiade Tokyo 2020, Jepang menjagokan cabang olahraga atletik kursi roda .

Salah satu andalan tuan rumah adalah Singo Kuneida, atlet cabang para-atletik di kursi roda.

"Kuneida menjadi nomor satu dunia di kelas putra," kata pernyataan Komite Olimpiade Jepang (JOC), kemarin.

Pada perhelatan Paralimpiade Tokyo 2020, Jepang memasang target 58 medali emas.

"Paralimpiade Tokyo 2020 akan dilaksanakan tanpa penonton," kata CEO Tokyo 2020 Seiko Hashimoto.

Ada tiga syarat yang menjadi kewajiban selama Paralimpiade Tokyo 2020. Pertama, para peserta wajib melaksanakan tes Covid-19 harian. Lihat Foto Ilustrasi corona virus (Covid-19).

"Tak ada pelaksanaan acara khusus menyambut Paralimpiade Tokyo 2020," kata Seiko Hashimoto. Hal itu berarti, kata Hashimoto lagi, para peserta harus masuk Perkampungan Atlet Tokyo dan mengikuti prosedur di lokasi itu.

Tes Covid-19

Menurut catatan pada Playbook Paralimpiade Tokyo 2020, para peserta Paralimpiade Tokyo 2020 mesti mengikuti tes harian Covid-19.

Tes ini merupakan bagian untuk meminimalisasikan penyebaran Covid-19 di Perkampungan Atlet Tokyo, lokasi tempat tinggal para peserta selama mengikuti Paralimpiade Tokyo 2020.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved