Berita Internasional

Tentara Belarus Usir Pengungsi Afghanistan ke Polandia, Terpental di Tiap Perbatasan Negara

Sejumlah pengungsi Afghanistan diusir tentara Belarus dan diarahkan ke perbatasan Polandia. Saat melakukan pengusiran, mereka juga menodongkan senjat

Editor: m nur huda
TWITTER @TadeuszGiczan
Tangkapan layar dari video yang memperlihatkan tentara Belarus mengusir pengungsi Afghanistan ke perbatasan Polandia sambil menodongkan senjata. 

TRIBUNJATENG.COM, MINSK - Sejumlah pengungsi Afghanistan diusir tentara Belarus dan diarahkan ke perbatasan Polandia.

Saat melakukan pengusiran, mereka juga menodongkan senjata api ke pengungsi Afghanistan tersebut.

Video pengusiran pengungsi Afghanistan itu kemudian beredar luas di media sosial.

Terkait hal ini, Presiden Belarus Alexander Lukashenko dituding memainkan cara kotor untuk mengacaukan Uni Eropa.

Belarus juga dituduh menahan para migran di hotel-hotel seperti penjara, lalu membawanya ke perbatasan sebagai bagian dari "perang hibrida".

Daily Mail pada Senin (23/8/2021) melaporkan, 32 warga Afghanistan terjebak di tanah tak bertuan selama dua minggu di dekat desa Usnarz Gorny, Polandia.

Penerjemah mengatakan, mereka dibawa ke perbatasan oleh pria-pria Belarus yang mengenakan balaclava saat tengah malam.

"Mereka bilang mereka tidak bisa melawan penjaga, yang selalu membawa senjata besar," ujar Anna Alboth (37) dari kelompok amal Minority Rights Group, kepada The Times.

Banyak yang kabur dari Taliban. Mereka sudah memulai perjalanan ke Eropa beberapa bulan sebelum Kabul jatuh ke tangan milisi.

Yayasan HAM Ocalenia berkata, mereka tiba di tempat para migran terjebak pada Rabu (18/8/2021) untuk membawakan mereka makanan, tenda, kantong tidur, dan power bank.

Awalnya mereka tidak diberi akses, tetapi berhasil pada Kamis (19/8/2021).

"Orang-orang ini terpental melintasi perbatasan seperti bola pingpong," kata Kalina Czwarnog yang bekerja di lapangan dengan Ocalenia.

Salah satu kelompok terpaksa minum air dari sungai dan mencari makanan dari semak-semak, karena tidak diberi makanan selama 24 jam, kata Czwarnog kepada The Times.

Anggota yayasan, Tahmina Rajabova, berbicara kepada para migran dan mengetahui bahwa mereka semua adalah warga Afghanistan yang mencari suaka di Polandia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved