Breaking News:

Berita Solo

Bagi Sembako ke Warga Tak Mampu, Polresta Solo Pastikan Bantuan Tak Tumpang Tindih

Polresta Solo pastikan distribusi beras maupun sembako yang disalurkan kepada masyarakat tidak tumpang tindih

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: muslimah

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Polresta Solo pastikan distribusi beras maupun sembako yang disalurkan kepada masyarakat tidak tumpang tindih.

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menyampaikan, pihaknya sudah melakukan koordinasi efektif dengan dinas sosial, dinas koperasi dan umkm, maupun Kodim 0735/Ska.

"Koordinasi itu dilakukan untuk memastikan distribusi beras maupun sembako agar tidak terjadi tumpang tindih" ucap Ade, Rabu (25/8/2021).

Dia menjelaskan, data penerima bantuan yang dia punya ada dua, yakni bersifat reguler dan insidentil.

"Bantuan ini menyasar para buruh panggul pasar, tukang becak, dan seluruh warga masyarakat yang terdampak penerapan PPKM darutat, level 4, dan perpanjangan," jelasnya.

Ade menyampaikan, total sampai saat ini pihaknya sudah menyampaikan bantuan hingga 4,2 ton beras.

"Kita salurkan kepada warga masyarakat yang terdampak PPKM, maupun masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah," ungkapnya.

Salah satu warga Nusukan, Siti Maryani mengaku kaget ketika beberapa anggota Tim Sparta Polresta Solo mendatangi rumahnya.

Wanita yang tinggal di dekat bendungan Tirtonadi itu kaget lantaran Tim Sparta yang datang beberapa orang itu membawa senjata juga.

"Ini juga masa-masa masih corona (pandemi, red). Ya kaget," ungkapnya.

Ternyata, personel Tim Sparta datang membawa sembako untuk dibagikan kepada warga, termasuk dia juga mendapatkan.

"Alhamdulillah bisa meringankan beban. Selama ini susah cari uang juga," jelasnya.

Dia menceritakan, sebelum pandemi dia bekerja sebagai buruh di salah satu perusahaan.

Namun, dengan adanya pandemi tahun lalu perusahaan tempat dia bekerja melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK.

"Dulu kan (kerja, red) di perusahaan, lalu di-phk. Habis itu jualan, PPKM diperpanjang gak jualan karena gak laku," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved