Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Forpek Minta Bupati Kendal Longgarkan PPKM dan Utamakan Vaksinasi Pengusaha Event

Forpek Kendal meminta kelonggaran kebijakan bupati agar usaha yang digeluti masing-masing pelaku usaha bisa hidup kembali.

Tayang:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Saiful Masum
Forum Penyelenggara Event Kendal (Forpek) , Musthakim (tengah). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL – Forum Penyelenggara Event Kendal (Forpek) mengadu ke Bupati Dico M Ganinduto seiring penurunan angka Covid-19 dalam dua pekan terakhir.

Forpek yang diketuai oleh Musthakim, meminta kelonggaran kebijakan bupati agar usaha yang digeluti masing-masing pelaku usaha bisa hidup kembali.

Seperti contoh pelaku usaha tenda dan alat pesta, tata rias, usaha sound system, foto dan video, dekorasi, catering, dan veneu.

Musthakim menjelaskan, ada 7 sektor pelaku usaha yang masih diusahakan agar mendapat kebijakan dari kepala daerah. 

Dari 7 sektor itu, diperkirakan menampung 2.500 pelaku usaha yang tergabung dalam Forpek.

Pihaknya berharap, bupati Kendal memberikan kelonggaran atas kebijakan pengetatan kegiatan selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Dengan itu, para pelaku usaha event tetap bisa berkarya dengan pembatasan seperti pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) sektor perdagangan yang sudah mendapatkan kelonggaran kebijakan.

"Selama ini belum ada kebijakan yang solutif bagi kami. Kami berharap ada kelonggaran kebijakan yang dituangkan dalam bentuk surat edaran atau inbup. Supaya usaha kami bisa jalan kembali setelah berhenti 1,5 tahun," terangnya di Kendal, Rabu (25/8/2021).

Wakil Ketua Forpek, Irham Danu menambahkan, selama ini pelaku usaha event belum mendapatkan kebijakan yang solutif yang bisa meringankan beban keluarga pelaku event.

Sementara usaha mereka harus berhenti total yang berimbas pada kosongnya penghasilan.

Kata Irham, mandeknya event hiburan selama ini membuat para pelaku event banting setir pada usaha lain. 

Bahkan, lanjutnya, ada sebagian yang sudah menjual alat-alat usahanya, dan sebagian gulung tikar.

Jika ini terus berlangsung, mereka khawatir akan ada lebih banyak lagi pelaku event di Kabupaten Kendal yang bangkrut.

"Kami bertemu dengan bupati hanya ingin meminta solusi atas apa yang kami alami. Kita berjuang untuk teman-teman agar usahanya bisa bergerak lagi. Kita siap jika harus ada konsep tertentu, bahkan kita sudah punya juknisnya dari pra hingga pasca event sesuai prokes. Sehingga event jalan, penanganan Covid-19 tetap jalan," tuturnya.

Dengan penurunan kasus Covid-19 yang ada, Forpek berharap ada angin segar dari pemerintah bagi para pelaku event di Kendal

Mulai dari kegiatan berskala kecil hingga kegiatan besar berkonsep era new normal. 

Seperti contoh hiburan dengan pembatasan ketat dengan memanfaatkan aset usaha yang ada. Artinya, ada kebijakan yang mendukung pelaku usaha event memaksimalkan alat yang masih ada untuk bangkit. 

"Kita sudah siapkan skema konsep baru yang mendukung pencegahan Covid-19. Misal event resepsi pernikahan, kita sudah siapkan juknis dari pra acara hingga pasca acara. Ada tim pendamping prokes juga nantinya," jelas Irham.

Plt Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, pada prinsipnya Disporapar dan bupati Kendal sudah menerima usulan Forpek.

Pihaknya menegaskan bahwa, aturan yang sudah dikeluarkan pemerintah daerah merupakan intruksi dari pemerintah pusat dan provinsi untuk mengendalikan Covid-19.

Namun demikian, bupati meminta Forpek harus jadi organisasi atau wadah semua pelaku usaha event di Kendal dan bertanggungjawab penuh pada anggotanya.

Artinya, jika nanti sudah ada kebijakan yang mendukung Forpek, jangan sampai ada unsur kepentingan kelompok atau individu tertentu.

Sehingga, tidak ada yang akan menyalahgunakan kebijakan untuk keuntungan pribadi atau kelompok saja. 

"Forpek diminta pak bupati untuk update pendataan. Nantinya ada semacam rangkuman dalam bentuk tertulis yang disampaikan ke bupati. Kita Disporapar juga diminta untuk mengkaji hal-hal yang diusulkan Forpek," tuturnya.

Selain kelonggaran kebijakan, Forpek juga berharap Pemkab Kendal memprioritaskan vaksinasi kepada para pelaku event sebagai upaya persiapan ke depannya. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved