Breaking News:

Jokowi Sebut Inflasi Terlalu Rendah, Ingatkan soal Keseimbangan

inflasi yang terlampau rendah bukan hal yang diinginkan pemerintah, karena mencerminkan turunnya daya beli masyarakat

Editor: Vito
Screenshot YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, tingkat inflasi kuartal II/2021 sebesar 1,52 persen yoy masih jauh di bawah target.

"Angka inflasi itu jauh di bawah target inflasi 2021, yaitu 3 persen," katanya, saat membuka Rakornas Pengendalian Inflasi 2021, Rabu (25/8).

Ia menilai, inflasi yang terlampau rendah juga bukan hal yang diinginkan pemerintah. Hal itu karena mencerminkan turunnya daya beli masyarakat, terlebih di situasi pandemi covid-19.

"Kita juga tahu bawah inflasi rendah bukan hal yang menggembirakan. Karena bisa mengindikasikan turunnya daya beli masyarakat akibat pembatasan mobilitas," terangnya.

Jokowi menekankan agar kuartal III/2021 harus diwaspadai dan penuh kehati-hati.

"Mengatur keseimbangan kesehatan dan ekonomi, gas dan rem. Pengendalian covid-19, masyarakat rentan harus dilindungi. Daya beli masyarakat didorong meningkatkan sisi demand," tuturnya.

Menurut dia, sektor daya beli masyarakat menjadi kunci utama agar dapat menggerakkan mesin pertumbuhan ekonomi.

Kepala negara menugaskan Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Ia menyebut, harga pangan yang stabil sangat penting untuk rakyat di masa pandemi covid-19.

"Beberapa hal ini agar menjadi perhatian TPIP dan juga TPID. Kalau ada hambatan, segera selesaikan hambatan tersebut. Ini perlu kita kerja di lapangan baik itu produksi maupun distribusi," tandasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved