Breaking News:

OPINI

K3 UNS Kesehatan Kerja Guru melalui Pengabdian Masyarakat Cegah Kelelahan Mata Guru MTsN 1 Surakarta

Sektor pendidikan menjadi salah satu sektor yang terdampak pandemi COVID 19 dimana terjadi perubahan sistem pembelajaran. UNICEF, WHO dan IFRC (2020)

Editor: Catur waskito Edy
Istimewa
Dokumentasi Kegiatan Pengabdian Masyarakat 

Oleh Ratna Fajariani dan Tim Pengabdi Prodi D4 K3 SV UNS

Sektor pendidikan menjadi salah satu sektor yang terdampak pandemi COVID 19 dimana terjadi perubahan sistem pembelajaran. UNICEF, WHO dan IFRC (2020) menyebut bahwa ketika situasi persebaran virus semakin cepat maka sekolah harus ditutup dan proses pendidikan harus tetap berjalan melalui kegiatan pembelajaran online dengan menggunakan berbagai media.  

Pada  masa WFH,  seluruh tingkatan  pendidikan  mengalihkan ke sistem pembelajaran dalam jaringan (daring), misalnya penyampaian materi atau tugas melalui pesan elektronik (email), aplikasi Whatsapp, ataupun video conference.

MTS Negeri 1 Surakarta yang menjadi sekolah unggulan di tingkat daerah maupun nasional juga tidak terlepas dari penerapan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama masa pandemi.

Pihak sekolah berupaya sebaik mungkin dengan menyiapkan rencana dan media pembelajaran yang menarik agar materi tetap bisa tersampaikan dan diterima oleh siswa dengan baik. Guru harus segera beradaptasi, yang semula pembelajaran secara tatap muka di kelas menjadi serba daring. Penyampaian materi, tugas, dan informasi kepada siswa pun dilakukan dengan menggunakan gadget.

Sejak penetapan WFH, penggunaan gadget pun kemudian menjadi alat kerja utama yang sangat dibutuhkan oleh guru untuk melakukan pekerjaannya. Seperti halnya yang disampaikan oleh Gikas & Grant (2013) bahwa pada prakteknya, pembelajaran daring membutuhkan dukungan perangkat-perangkat mobile seperti smarphone atau telepon adroid, laptop, komputer, tablet, dan iphone yang dapat dipergunakan untuk mengakses informasi kapan saja dan dimana saja.

Pekerjaan guru yang awalnya bisa diselesaikan melalui tatap muka di kelas pun berubah, guru disibukkan dengan pekerjaan yang lebih banyak menggunakan gadget, baik berupa komputer maupun handphone untuk berkomunikasi dengan siswa dan melakukan pembelajaran.

Peningkatan frekuensi penggunaan gadget memberikan dampak positif berupa peningkatan keterampilan guru dalam mengakses teknologi untuk pembelajaran yang lebih kreatif. Namun, di sisi lain hal tersebut juga dapat memberikan dampak negatif munculnya kelelahan mata yang seringkali tidak sadari akibat penggunaan gadget yang cenderung meningkat.

Meskipun sejak pemberlakuan new normal para guru sudah beraktivitas kembali di sekolah, tetapi kegiatan pembelajaran masih lebih banyak dilakukan secara daring sehingga penggunaan gadget oleh guru masih sering digunakan hingga saat ini. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat Pencegahan Kelelahan Mata pada Guru di MTs Negeri 1 Surakarta.

Eyestrain atau kelelahan mata juga disebut astenopia, terjadi pada saat mata terlalu lelah karena digunakan terlalu lama atau terlalu intens (Wilson, 2015).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved