Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Arsenal

Mikel Arteta Menuai Tekanan, Punya Waktu hingga Oktober

Mikel Arteta, Pelatih Arsenal, menuai tekanan setelah tim yang dia arsiteki kalah dua kali.

Editor: sujarwo
getty via metro.co.uk
Mikel Arteta, Arsenal 

TRIBUNJATENG.COM - Mikel Arteta, Pelatih Arsenal,  menuai tekanan setelah tim yang dia arsiteki kalah dua kali dalam dua laga pertama Liga Inggris 2021-2022.

Selain gagal mengamankan satu poin pun, Arsenal juga tak pernah mencetak gol.

Seudai kalah 0-2 dari Brentford, The Gunners kemudian menyerah lagi dengan skor serupa dalam Derbi London melawan Chelsea di Stadion Emirates, Minggu (24/8/2021).

Dua kekalahan beruntun ini membuat Arsenal terperosok ke zona degradasi untuk sementara (19).

Ini merupakan kali pertama Arsenal mengakhiri akhir pekan di zona degradasi sejak Agustus 1992, ketika liga telah berjalan lebih dari satu matchday.

Kubu London Utara itu juga baru pertama mencatatkan kekalahan dan gagal mencetak gol dalam dua laga perdana Liga Inggris sepanjang sejarah klub.

Akibat dua hasil minor tersebut, Mikel Arteta pun mendapat tekanan dari banyak fan untuk mundur dari kursi kepelatihan Arsenal.

The Telegraph melaporkan petinggi Arsenal akan memberi Arteta waktu hingga Oktober untuk membuktikan bahwa dia masih pantas menjadi pelatih The Gunners.

Meski berhasil membawa Inter meraih scudetto musim lalu, Conte sepakat berpisah karena I Nerazzurri ingin melepas sejumlah pemain bintang mereka akibat krisis finansial.

Krisis finansial juga membuat Inter tak akan melakukan belanja besar sehingga Conte melihat klub sudah tak satu visi dengannya.

Lalu, apakah Conte akan menerima pinangan Arsenal jika tawaran benar-benar datang kepadanya?

Kedatangan pelatih berusia 52 tahun itu ke Stadion Emirates berpotensi terjadi jika melihat pernyataannya beberapa waktu lalu.

Adapun pernyataan yang dimaksud adalah ketika Conte menolak tawaran Tottenham Hotspur.

Conte sejatinya tidak punya masalah dengan melatih tim yang bukan favorit juara.

Namun, sang juru taktik menolak karena Spurs tak memiliki tujuan jangka panjang yang jelas, plus masa depan Harry Kane belum bisa dipastikan.

Dia pun tak melihat klub berjuluk The Lilywhites itu memiliki ambisi untuk memenangi gelar.

"Saya mencari proyek sebagai gantinya dan saya siap untuk tinggal di rumah jika ada sesuatu yang tidak meyakinkan saya," kata Conte membahas alasannya menolak Spurs dilansir Gazzetta dello Sport.

"Ini berkaitan dengan visi, kejujuran, dan prinsip. Secara umum, saya menyukai tantangan dan saya telah menerima banyak tantangan selama karier saya," tutur Conte.

"Bahkan, klub top yang saya latih tidak pernah menjadi favorit ketika saya tiba," ucapnya.

"Namun, jika ada sesuatu yang tidak meyakinkan saya, saya memilih untuk tidak menerimanya, terlepas dari uangnya," ujarnya.

Di sisi lain, Antonio Conte masih berkeinginan untuk merasakan pengalaman mengelola klub di luar Italia.

"Saya ingin memiliki lebih banyak pengalaman di luar negeri. Saya pikir saya bukan seseorang yang senang hanya dengan situasi yang nyaman. Saya selalu memilih situasi yang paling sulit sebagai gantinya," ujar Conte.

"Sebagai pemain, saya memenangi semua yang mungkin untuk dimenangkan, tetapi saya juga banyak kehilangan," ucap mantan pemain Juventus itu.

"Ketika Anda kalah, itu meninggalkan keinginan dalam diri Anda untuk tidak mengalaminya lagi."

"Jadi, Anda melakukan segalanya untuk menularkannya kepada pemain ketika Anda menjadi pelatih kepala."

"Itu semua berasal dari bekas luka Anda dan ingin menghindari lebih banyak kegagalan," katanya.

Berdasarkan pernyataannya, Antonio Conte terlihat memiliki kans untuk membesut Arsenal, meski The Gunners saat ini dinilai banyak pihak bukan favorit juara.

Walau demikian, The Gunners telah menunjukkan ambisi besar untuk menantang gelar lewat perekrutannya musim panas ini.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved