Rabu, 17 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Program PINTAR

Siswa SD Belajar Etnosains di Tengah Pandemi

Keberlanjutan pelestarian budaya dan budaya sebagai media pembelajaran bisa menjadi satu paket yang dimanfaatkan guru untuk dipelajari siswa.

Tayang:
Editor: abduh imanulhaq
TANOTO FOUNDATION
Ghani Fernanda berfoto ceria memegang tabel “Baritan”. 

Oleh: Muhchamad Haris Tarmidi, Fasilitator Tanoto Foundation/Guru SDN 1 Puguh Kendal

Budaya bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa. Keberlanjutan pelestarian budaya dan budaya sebagai media pembelajaran bisa menjadi satu paket yang dimanfaatkan guru untuk dipelajari siswa.

Memanfaatkan budaya dalam pembelajaran itulah yang kami kembangkan di SDN 1 Puguh dalam memperkaya materi belajar untuk siswa di masa pandemi. Seperti dalam memperingati Tahun Baru Hijriah atau orang Jawa menyebutnya dengan malam 1 Suro. Hal yang lumrah dilakukan adalah melakukan upacara keselamatan atau yang umum disebut dengan Baritan.

Budaya Baritan

Baritan adalah doa bersama untuk keselamatan. Pada upacara tradisi tersebut, makanan disajikan oleh warrga setempat untuk dimakan bersama-sama.

Uniknya, pemilihan tempat untuk doa bersama dilakukan di perempatan jalan atau gang kecil yang biasa mereka lewati. Banyak masyarakat terlibat, tak terkecuali para siswa Kelas VI SD Negeri 1 Puguh. Karena masih dalam masa pandemi maka beberapa keluarga melaksanakan Baritan di rumah masing-masing dengan dihadiri beberapa tetangga dekat saja dengan menerapkan protokol kesehatan.

Aneka hidangan dalam upacara Baritan.
Aneka hidangan dalam upacara Baritan. (IST)

Etnosains

Baritan tidak hanya memuat nilai religi dan budaya tradisi. Baritan juga bisa dijadikan media pembelajaran. Pengolaborasian aspek budaya tradisi Baritan dengan pembelajaran adalah contohnya. Hal ini dapat diaplikasikan pada muatan pembelajaran IPA mengenai “Perkembangbiakan Tumbuhan dan Hewan”.

Dari pembelajaran ini siswa diharapkan dapat memahami perkembangbiakan tumbuhan dan hewan. Juga mengetahui manfaat dari setiap bagian tumbuhan dan hewan. Selain itu, siswa juga bisa berperan dalam pelestarian budaya daerah.

Sajian dalam upacara tradisi tersebut terdiri dari beraneka ragam makanan yang disajikan dalam satu tempat. Ada daging ayam, daging kambing, daging sapi, telur, serta berbagai sayuran dan buah-buahan.

Pada praktiknya, siswa diminta untuk mengamati isian dalam sajian Baritan. Ketika melakukan penelitian, siswa diimbau untuk selalu mencatat segala hal dan informasi. Setelah mempunyai bekal catatan pengamatan, siswa diminta membuat tabel perkembangbiakan tumbuhan dan hewan.

Pada tahap pelaporan hasil pengamatan, siswa juga diminta menyebutkan manfaat dari hewan dan tumbuhan yang telah dituliskan dalam tabel.

Tabel yang dibuat oleh setiap siswa akan berbeda-beda. Hal ini dikarenakan perbedaan pengetahuan dan pengalaman siswa saat mengamati.

Dari sanalah akan terpantik rasa ingin tahu siswa ketika mendapati isi sajian yang tidak biasa, seperti adanya ikan teri, kecambah, atau beraneka macam jenis bunga sebagai hiasan makanan. Hal ini memancing siswa untuk mencari informasi lebih dalam dari berbagai sumber. 

Selain hal-hal positif seperti yang telah disebutkan, pengolaborasian materi pembelajaran seperti ini juga menjadi cara efektif mendekatkan siswa dengan dunia penelitian.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved