Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video Penyandang Disabilitas di Kab Semarang Divaksin Covid-19

Muhaimin (42), seorang penyandang disabilita mengaku senang karena menjadi kelompok penerima vaksinasi virus Corona (Covid-19).

Tayang:
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Berikut ini video Penyandang Disabilitas di Kab Semarang Divaksin Covid-19

Muhaimin (42), seorang penyandang disabilitas mengaku senang karena menjadi kelompok penerima vaksinasi virus Corona (Covid-19).

Muhaimin mengatakan bagi warga dengan kondisi normal untuk mendapatkan vaksin masih banyak kesusahan.

Sedangkan dia, langsung diberi undangan agar mengikuti vaksinasi.

"Ini tadi saya juga foto untuk saya kirim ke teman-teman. Karena masih ada sebagian komunitas kami takut. Jadi alhamdulillah bisa vaksin senang sekali," terangnya kepada Tribunjateng.com, di Balai Desa Tengaran, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Rabu (25/8/2021).

Ia menambahkan, mengalami kekurangan fisik pada bagian kaki kirinya diduga ketika masih kecil menderita polio, kemudian ada salah penanganan medis.

Dia mengungkapkan, pasca divaksin Covid-19 akan turut memberikan edukasi kepada teman-teman komunitasnya agar tidak takut dan khawatir mengikuti vaksinasi.

"Total teman-teman komunitas ada banyak, tapi ya tidak mau datang karena takut. Jadi tadi saya minta difoto sama petugas, mau saya kirim group WA," katanya

Kepala Puskesmas Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang dokter Aswindar Adi Gumilang menyampaikan warga disabilitas dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dinilai menjadi kelompok rentan terpapar Covid-19.

Hanya saja, mereka banyak yang masih takut dan khawatir jika mengikuti vaksinasi justru akan berdampak lebih buruk terhadap kondisi kesehatan mereka.

"Karena itu selain menyediakan gerai vaksinasi kami juga kunjungan door to door ke rumah setiap hari. Di wilayah Tengaran ini ada total sekira 142 sasaran," ujarnya

Aswindar mengungkapkan, khusus serbuan vaksinasi ODGJ dan warga disabilitas petugas kesehatan menggunakan vaksin jenis Sinopharm.

Sebelumnya, mereka juga dilakukan pengecekan kondisi kesehatan jika layak akan disuntik vaksin Sinopharm.

"Untuk penolakan, alhamdulillah tidak ada. Hanya saja ada sebagian mereka tidak memiliki NIK KTP, tapi semua aman yang belum terus kita edukasi," jelasnya. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE : 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved