Breaking News:

Berita Batang

DLH Batang dan Komunitas Batang Bumi Lestari Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Rupiah

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama komunitas Batang Bumi Lestari (BBM) mengajak masyarakat untuk mengubah sampah menjadi rupiah

Penulis: dina indriani | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG/DINA INDRIANI
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang Uni Kuslantasi Wihaji dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Akhmad Handy saat menjadi narasumber webinar di Ruang Analitik Diskominfo, Kamis (26/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama komunitas Batang Bumi Lestari (BBM) mengajak masyarakat untuk mengubah sampah menjadi rupiah melalui webinar secata virtual di Ruang Analitik Diskominfo, Kamis (26/8/2021).

Dalam webinar tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang Uni Kuslantasi Wihaji dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Akhmad Handy yang sekaligus menjadi narasumber.

Ketua TP PKK Kabupaten Batang Uni Kuslantasi Wihaji mengatakan saat ini jumlah sampah terus meningkat hal itu sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk sehingga memberikan dampak yang besar terhadap pelestarian lingkungan hidup, kesehatan dan perekonomian masyarakat.

“Cara untuk mengurangi sampah dengan memilah sampah organik dan sampah anorganik. 

Salah satunya sampah kemasan plastik menjadi ecobrick bisa menjadi salah satu cara mengolah sampah plastik dan sekarang ini sudah banyak dikembangkan di Kabupaten Batang,” jelasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Akhmad Handy Hakim menambahkan penyebab permasalahan persampahan di Kabupaten Batang terjadi karena kebiasaan masyarakat yang masih bersifat kumpul dan buang. 

Serta terbatasnya Tempat Penampungan Sementara (TPS), dan kurangnya sosialisasi jam buang sampah.

“Masih banyak masyarakat yang membuang sampah di sungai, dan kondisi TPA yang sudah overload juga menjadi permasalahan sampah di Kabupaten Batang," ujarnya.

Dikatakannya hingga saat ini DLH Kabupaten Batang telah berupaya untuk mengatasi permasalahan sampah tersebut diantaranya dengan menghidupkan bank sampah, penataan tempat pembuangan sampah dan pengelolaan sampah.

"Kita berikan sosialisasi dan ajakan masyarakat untuk menghidupkan bank sampah, atau kreatifitas mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai, contohnya banyak misalnya yang di Kecamatan Tulis sampah diubah menjadi pupuk cair dengan harga jual yang lumayan," imbuhnya.

Ketua BBL Agus Winoto mengatakan, Bahwa  penyelenggaran webinar ini semua agar masyarakat bisa bersama-sama membentuk lingkungan  menjadi lebih bersih, sehat, dan lebih bisa menjadi tolak ukur kita beriman karena kebersihan bagian dari iman.

“Kegiatan Webinar tentang Ubah Sampah Menjadi Rupiah  ini semata-mata kepedulian Batang Bumi Lestari terhadap kondisi di Kabupaten Batang terutama sampah yang begitu besar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randukuning,” pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved