Breaking News:

Penanganan Corona

Jadi Pelupa Seusai Sembuh dari Covid-19? Ini Saran Psikolog

Penyintas Covid 19 perlu waspada perubahan pasca menjalani isolasi mandiri atau karantina akibat covid 19. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Psikolog Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara Rini Indriati SPsi Psi  

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Penyintas Covid 19 perlu waspada perubahan pasca menjalani isolasi mandiri atau karantina akibat covid 19. 

Dalam beberapa kasus ditemukan, para penyintas covid 19 menjadi pelupa.

Psikolog Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara Rini Indriati SPsi Psi mengaku menemukan sejumlah kasus klien penyintas covid yang mengeluhkan sering blank dan menjadi pelupa. 

"Banyak saya ketemu klien yang pelupa, atau tiba tiba blank, pasca jalani isolasi mandiri atau karantina, "katanya, Kamis (26/8/2021) 

Rini mengatakan, usia mereka variatif, dan tidak mengenal jenis kelamin.  Secara psikologis, menurut dia, orang yang menjalani isolasi memang mentalnya berbeda. Mereka bisa merasa sepi dan tidak diperhatikan hingga berpikiran negatif. 

Karena itu, perlu adanya pendampingan sejak sebelum, saat karantina, dan pasca isolasi. Cara paling mudah untuk menghindari rasa sepi adalah komunikasi. Penyintas harus berani menegur, serta berfikir positif kepada siapapun.

"Kalau sudah keluar berani keluar rumah, harus berani menegur siapapun, mulai menegur, menyapa jangan menunggu orang lain menegur," katanya

Ini penting karena rasa sepi, ditambah berpikir negatif tersebut lah yang menurut dia mempengaruhi kinerja otak. Ia menekankan perlu juga ada pendampingan atau psiko edukasi pasca karantina. 

Mereka harusnya tidak merasa sendiri, dan menyalahkan siapapun saat terdampak dan terpapar covid 19 ini. 

Allam, penyintas covid 19 asal Banjarnegara mengaku sempat mengalami perubahan sebelum dan sesudah terpapar covid. Ada kata yang terlupa saat ia berkomunikasi. 

Ia kemudian  berkonsultasi kepada psikolog, untuk mengetahui persoalannya.

Setelah berkonsultasi, dia mengaku mendapat beberapa cara agar bisa memulihkannya. Di antaranya dengan belajar untuk konsentrasi.

"Rasanya seperti ada yang lupa beberapa kata. Kadang juga terbalik balik susunan katanya.

Pernah saya mau ngomong saya pulang kerja jam lima, kalimat yang keluar saya pulang lima jam. Jadi gak sinkron yang dipikirkan dan diucapkan," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved