Berita Kendal
Khaul Sunan Abinawa Pekuncen Kendal Berjalan Sederhana
Takmir Masjid Pekuncen Kabupaten Kendal menggelar khaul Sunan Abinawa secara sederhana di tengah pandemi Covid-19.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Takmir Masjid Pekuncen, Desa Pekuncen, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal menggelar khaul Sunan Abinawa secara sederhana di tengah pandemi Covid-19.
Biasanya, khaul Sunan Abinawa yang dipusatkan di Masjid Pekuncen dan makam setiap Kamis Wage Suro berjalan meriah dihadiri masyarakat dari berbagai kota/kabupaten.
Pihak takmir masjid hanya memperbolehkan warga setempat untuk mengikuti doa bersama di lingkungan makam yang berada di belakang masjid.
Pedagang kaki lima yang bisa masuk ke halaman masjid pun dibatasi hanya warga sekitar Desa Pekuncen saja.
Sementara warga dari luar desa atau luar kota tidak bisa masuk ke wilayah masjid.
Petugas keamanan bersiaga di gapura masuk masjid agar tidak terjadi kerumunan massa saat khaul berlangsung.
Anggota Takmir Masjid Pekuncen, Ahmad Khumaidi mengatakan, dalam kondisi normal sebelum pandemi Covid-19, peringatan khaul Sunan Abinawa selalu diperingati dan dihadiri ribuan warga.
Tidak hanya masyarakat sekitar masjid, juga dihadiri banyak warga dari daerah luar Kendal.
Seperti Temanggung, Semarang, Batang dan daerah lainnya.
Katanya, sudah dua kali ini peringatan khaul Sunan Abinawa dilakukan sederhana.
Pemerintah setempat dan takmir masjid tidak mau ambil risiko terjadi lonjakan kasus apabila peringatan adat istiadat tahunan ini digelar meriah.
"Ratusan pedagang biasanya ikut meramaikan area sekitar makam. Untuk tahun ini tidak ramai-ramai. Hanya untuk warga setempat saja," terangnya, Kamis (26/8/2021).
Juru Kunci Makam Sunan Abinawa, Shodiqin berharap, pandemi Covid-19 segera selesai agar masyarakat bisa beraktivitas seperti semula.
Termasuk kegiatan meramaikan khaul Sunan Abinawa di sekitar masjid Pekuncen.
"Tadi pagi, khaul diawali dengan tahlil dan doa bersama warga sekitar. Tetapi tidak untuk masyarakat umum, jadi tampak sepi," ujarnya.
Menurut Shodiqin, apabila pandemi berakhir, makam Sunan Abinawa bisa dibuka kembali untuk masyarakat umum.
Dan kegiatan-kegaiatan di masjid bisa hidup kembali lebih maksimal.
Untuk mengantisipasi datangnya para peziarah dari luar desa, Satgas Penanganan Covid-19 desa setempat dan kecamatan melakukan penyekatan di perbatasan jalan masuk ke kawasan masjid dan makam selama khaul berlangsung. (Sam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/khaul-sunan-abinawa-kendal.jpg)