Breaking News:

Berita Pati

Bupati Pati Wajibkan Anak Muda & Peserta Tes CPNS yang Hendak Vaksin Covid-19 Ajak Dua Orang Lansia

Bupati Pati Haryanto menyebut, pihaknya membuat kebijakan khusus terkait vaksinasi untuk anak muda (18 tahun ke atas)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: muslimah

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bupati Pati Haryanto menyebut, pihaknya membuat kebijakan khusus terkait vaksinasi untuk anak muda (18 tahun ke atas).

Mereka akan diwajibkan untuk mengajak serta dua orang lansia apabila hendak divaksin Covid-19.

Hal ini untuk menggenjot pelaksanaan vaksinasi lansia yang realisasinya di Kabupaten Pati masih tergolong rendah.

"Termasuk juga peserta seleksi CPNS maupun PPPK yang mau tes. Karena mereka diminta untuk vaksin sebagai syarat ikut tes. Mereka juga kami minta membawa dua orang lansia jika hendak divaksin. Entah itu orang tua, saudara, atau tetangganya," ujar Haryanto ketika diwawancarai usai memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Penanganan Covid-19 di Pendopo Kabupaten Pati, Jumat (27/8/2021).

Haryanto menyebut, dari jumlah keseluruhan sasaran vaksin sebanyak 1.050.000 penduduk, di Pati baru terealisasi 18 persen.

Kebijakan yang mewajibkan peserta vaksin untuk membawa dua orang lansia ini diharapkan dapat meningkatkan prosentase tersebut secara cukup signifikan.

"Kalau kita tidak segera mengambil langkah, kita ketinggalan jauh. Daerah lain ada yang sudah 60-70 persen. Sedangkan kita baru 18 persen," ujar dia.

Haryanto menyebut, peserta CPNS Pemkab Pati yang lolos administrasi mencapai sekira 5 ribu orang. Ditambah peserta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sekira 2 ribu orang.

"Kalau semua bisa bawa dua lansia, artinya jumlahnya dikalikan tiga. Itu sangat membantu meningkatkan realisasi vaksinasi di Pati," ungkap dia.

Haryanto juga meminta segenap Puskesmas untuk jemput bola dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

"Selagi ada stok vaksin, langsung suntikkan saja. Jangan dipikir nanti vaksin keduanya bagaimana. Saya yang usahakan (pengadaan stok vaksin)," tegas dia.

Dia juga meminta segenap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki wilayah binaan terkait penanganan Covid-19 agar sering memonitor, tidak hanya terkait operasi yustisi, melainkan juga pelaksanaan vaksin. (mzk)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved