Breaking News:

Berita Semarang

Butik Antam Semarang: Investasi Emas Masih Potensial saat Pandemi

Butik Antam Semarang menilai investasi emas masih menjadi instrumen investasi yang populer.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Idayatul Rohmah
Emas logam mulia di Butik Antam Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di tengah terpaan pandemi Covid-19, emas masih menjadi instrumen investasi yang populer.

Hal itu melihat dari adanya peningkatan tren investasi dalam instrumen berbentuk emas logam mulia tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

"Sebelum pandemi, emas masih di bawah. Setelah pandemi orang mulai beralih karena emas secara nilai, psikologis, dan historis dari dulu lebih aman. Jadi orang itu ingin mengamankan asetnya, apalagi di tengah pandemi seperti ini," kata Head Marketing Representatif Butik Antam Semarang, Ombi Saputra.

Survey dari Danareksa menunjukkan tren investasi yang berubah di saat pandemi, dengan kecenderungan untuk mengelola investasi yang risikonya rendah, yaitu emas. Data survei menyebutkan, terjadi kenaikan dari angka 27,33% menjadi 31,91%.

Dari sana Ombi melihat, emas logam mulia masih menjadi instrumen potensial untuk berinvestasi.

Di Butik Antam Semarang sendiri ia menyebutkan, penjualan emas turut mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya.

Tercatat, pada semester 1 tahun 2021 penjualan emas antam di Butik Antam Semarang tumbuh sebesar 31 persen dari tahun sebelumnya. Disimpulkannya, instrumen emas masih menjadi preferensi investasi di tengah pandemi ini.

Hal itu tidak lain sebab emas dianggap sebagai investasi paling aman sekaligus menjadi alat lindung nilai (save haven) di saat investor sedang menghadapi krisis.

"Harga emas cenderung stabil dan jarang mengalami penurunan yang drastis bahkan cenderung mengalami kenaikan. Rata-rata kenaikan harga emas di atas inflasi secara global tiap tahunnya. Bayangkan, dengan investasi pada instrumen lain yang mayoritas mengacu ke suku bunga, dan saat pandemi ini cenderung rendah," katanya mengungkap keuntungan investasi emas, Jumat (27/8/2021).

Meski demikian, ia tidak memungkiri harga emas sendiri cenderung fluktuatif.

Hal itu di antaranya terpengaruh dari dari faktor mata uang. Di samping itu juga tidak lepas dari kebijakan Amerika Serikat yang dalam hal ini terkait keputusan The Fed terhadap kenaikan maupun penurunan suku bunga.

"Emas secara supply and demand bisa dikatakan kalau harga di luar itu berpengaruh terhadap harga di Indonesia. Selai itu juga karena jumlah emas terbatas. Jadi meskipun fluktuatif, tapi trennya tetap naik," imbuhnya. (idy)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved