Breaking News:

Risiko Rendah, Emas Terus Jadi Pilihan Investasi

Sifat emas memang tahan inflasi, likuiditas tinggi, universal, dan selalu jadi safe haven.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Vito
Tribun Jateng/ Ruth Novita Lusiani
produk emas Antam di booth Butik Emas Antam Semarang dalam sebuah pameran beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Komoditas emas selalu menjadi satu buruan investasi. Hal itu diungkapkan Indra Sjuriah, co-founder dan CMO IndoGold.id.

Menurut dia, tingginya minat investasi terhadap komoditas itu dinilai terkait dengan sifat logam mulia tersebut.

“Sifat emas memang tahan inflasi, likuiditas tinggi, universal, dan selalu jadi safe haven. Itu sebabnya emas selalu jadi pilihan,” ujar petinggi platform jual beli dan titipan emas secara digital itu, dalam keterangan tertulis, baru-baru ini.

Menurut dia, instrumen emas dipandang cocok bagi investor pemula. Alasannya tak lain karena praktis dan mudah dimengerti, bahkan bagi investor pemula, sekalipun sudah dikenal sejak dahulu.

“Emas gampang dijual, risikonya rendah. Karena risikonya rendah, maka imbal hasil tidak seagresif aset investasi lain. Jadi cocok untuk investasi jangka panjang di atas 5 tahun," ujarnya.

Indra menuturkan, yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi di emas antara lain factor supply and demand, yang dipengaruhi oleh kebutuhan industri perhiasan elektronik, dan hedge fund. Selain itu juga kondisi sosial ekonomi politik.

“Apalagi interest rate berpengaruh sekali terhadap harga emas. Karena saat interest rate naik, orang pilih pegang uang, karena lebih menguntungkan. Saat interest turun, sebaliknya orang pegang emas,” jelasnya.

Indra pun memaparkan strategi berinvestasi di emas. Pertama, tentukan tujuan investasi, kedua lakukan secara rutin dan jangka panjang, minimal 5 tahun.

“Terakhir sesuaikan dengan profil risiko investor, misalnya jika profil kita agresif biasanya investasi di emas hanya 5-10 persen, bagi yang konservatif bisa 30-40 persen,” paparnya. 

Adapun, di tengah terpaan pandemi covid-19, emas masih menjadi instrumen investasi yang populer, bersamaan dengan tren peningkatan investasi komoditas itu dalam bentuk emas logam mulia dalam beberapa tahun terakhir.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved