Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video Beragam Cara Orangtua Bujuk Anak Difabel Agar Mau Divaksin

Sejumlah penyandang disabilitas di Kota Semarang mengikuti vaksinasi di Sentra Vaksinasi Balai Kota Semarang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  Berikut ini video beragam cara orangtua bujuk anak difabel agar mau divaksin.

Sejumlah penyandang disabilitas di Kota Semarang mengikuti vaksinasi di Sentra Vaksinasi Balai Kota Semarang, Jumat (27/8/2021).

Beberapa kaum difabel datang bersama komunitasnya.

Ada pula yang diantar oleh orang tua.

Tentu, tidak mudah bagi orang tua untuk membujuk buah hatinya agar bersedia disuntuk vaksin, seperti yang dialami Yayu, orang tua dari penyandang autis. 

Dia mengaku tak mudah mengajak anaknya, Oky Purnama Putra, untuk pergi ke sentra vaksinasi. Dia pun menyampaikan kepadanya bahwa divaksin tidak sakit.

"Saya ajak ke sini, dia malah minta ke DP Mall karena tahu sebelah balai kota. Tapi, saya sampaikan kalau mau ke DP Mall harus vaksin dulu. Akhirnya, dia mau divaksin," terang Yayu.

Awalnya, dia mengaku sempat sempat was-was mengajak anaknya vaksinasi.

Dia khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan. Namun berjalannya waktu, dia pun memantapkan hati mengikutsertakan anaknya untuk vaksinasi demi kesehatan.

"Kekhawatiran ada, karena biasanya kalau ditensi anak saya teriak-teriak, tapi ini tadi alhamdulillah tenang. Petugasnya juga sangat prepare," ujar Yayu.

Memotivasi kaum difabel untuk ikut vaksinasi tidak hanya dilakukan orang tua.

Seorang relawan yang juga penyandang tuna daksa, Alip Budiarto juga turut memotivasi teman-temannya untuk ikut vaksinasi.

Dia datang ke Sentra Vaksinasi Balai Kota mengantar 15 penyandang disabilitas dari Komunitas Semarcakep untuk vaksin dosis pertama (V1).

Dia memberi pemahaman kepada para orangtua penyandang disabilitas bahwa vaksinasi menjadi kebutuhan untuk diri sendiri.

Jika ada sedikit rasa sakit, menurutnya, itu merupakan hal yang lumrah.

"Ngasih tahu teman-teman difabel cukup susah karena banyak rumor yang habis divaksin ada yang meninggal dan rumor-rumor lain. Itu hoaks. Buktinya, saya sudah vaksin hingga dosis kedua, saya tidak kenapa-kenapa. Hanya, kemeng dan panas dingin saja," terangnya.

Sementara itu, Vaksinator Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Indah Widistuti mengatakan, vaksinasi disabilitas menggunakan vaksin Sinopharm sesuai rekomendasi Kementrian Kesehatan.

Dinkes membuka kuota bagi penyandang disabilitas sebanyak 500 dosis. Hingga Jumat siang, baru sekitar 45 orang yang hadir.

Para penyandang disabilitas harus mengikuti skrining terlebihdahulu sebelum divaksin.

"Ada tiga orang yang sementara ditunda karena alasan medis. Jadi, ada yang hipertensi. Ada pula yang memiliki riwayat epilepsi," sebut Indah.

Diakuinya, jumlah penyandang disabilitas yang datang ke sentra vaksinasi tergolong sedikit jika dibanding dengan kuota yang disediakan. 

Dimungkinkan, para penyandang disabilitas terkendala akses yang sulit. Mayoritas disabilitas memilih untuk datang ke faskes yang dekat dengan tempat tinggalnya.

"Vaksinasi disabilitas di balai kota memang hari ini saja, tapi puskesmas tetap melayani vaksinasi bagi disabilitas. Setiap puskesmas ada kuota sekitar 10 vial," terangnya. (eyf)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved